Maulid Nabi SAW dan Simbol Telur, Ini Penjelasannya

0
1507
HARIANSULSEL.COM – Maulid memperingati skaligus merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw., umumnya menjadi syiar di bulan Rabiul Awal berdasakan kalender Hijriah. Nabi Saw lahir pada bulan ini, tepatnya 12 Rabiul Awal bertepatan tahun 571 M., di bulan ini juga Nabi Saw mendapat legitimasi menjadi rasul dan bulan bersamaan dengan tanggal yang sama 12 Rabiul Awal menjadi hari wafatnya Nabi Saw.
Maulid dalam bahasa Arab, isim zaman wa makan (kata yg menunjukkan arti waktu sekaligus tempat), berasal dari kata walada, yang berarti lahir, sehingga kata maulid (masa kelahiran) setara dengan milad (waktu dilahirkan).
Maulid bertujuan untuk lebih dapat menimbulkan rasa kecintaan kepada Nabi Saw sebagai aktualiasi dari al-Mahabbah. Hadis, siapa yg mencintaiku, maka dia bersamaku kelak di Syurga (HR.al-Turmuzi).
Maulid sebagai syiar Islam, sarat dgn makna filosofis terutama pada setiap maulid oleh masyarakat menghiasi telur, mewarna warnikannya bukan tanpa alasan. Telur yang sudah direbus dan diwarnai ditaruh diember plastik atau bakul kemudian ditutup daun pisang sebagiannya lagi ditancapkan di pohon pisang.
Dmikian itu pada hakikatnya merujuk pada QS. Ali Imran/3:27, Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yg mati dari yang hidup, dapat dimisalkan dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dengan ayat dan misal telur ini, mengingatkan bahwa semua hidup itu ada awal dan akhir.
Dilihat dari bentuknya, telur terdiri atas tiga fase sebagai bagian hidup. Fase kulit yang dimaknai sebagai lahir, yakni maulid sebagai fitrah. Fase putih telur sebagai hidup/kehidupan yakni al-haya. Fase terakhir yaitu kuning telur sebagai akhir kehidupan, yakni al maut.
Manfaat telur antara lain, Imam Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman (juz I;h.87) menyebutkan sebuah riwayat yg diklaim sebagai hadis marfu’ (disandarkan kepada Nabi saw) bahwa jika seseorang merasa lemas dan tidak bertenaga, maka diperintahkannya memakan telur.
Selain itu, mengkonsumsi telur untuk menguatkan ketahanan tubuh, termasuk obat kuat dan karena telur meupakan sumber protein terbaik, putih telur menghaluskan dan memutihkan kulit, sedangkan kuning telur sebagai salah satu sumber vitamin B-kompleks membantu perkembangan otak. Demikianlah telur, harganya murah namun khasiat sangat besar.
Telur yang dijadikan penganan saat maulid memiliki makna filosofis, telur lambang kelahiran dan dengan bentuknya yang bulat bermakna dunia tempat dilahirkan manusia dan tempat kehidupan mereka, kulit telur disimbolkan Iman. Putih telur disimbolkan Islam, dan kuning telur disimbolkan Ihsan.
Demikian halnya putih telur melambangkan kesucian dan keagungan, kuning telur melambangkan keemasan, warna lain seperti merah dan biru yang dihiasi pada kulit telur saat maulid sebagai lambang kegembiraan.
Jadi telur yang ditusuk saat maulid melambangkan bahwa Iman, Islam, dan Ihsan harus disatukan dan ditegakkan ke atas berdasar kalimat Allah swt. Ini diikarenakan telur yg ditusuk bambu melambangkan adanya kelurusan, kekuatan, keteguhan layaknya pohon bambu yg tumbuh menjulang tinggi.
Demikianlah maulid diharapkan memberikan makna kepada umat Islam untuk selalu teguh, lurus dan menjulang tinggi meneladani Nabi saw sebagai manusia mulia dan luhur.
Wallahu A’lam
Penulis: Mahmud Suyuti, Dosen Ilmu Hadis Universitas Islam Makassar, Komisioner Baznas Sulsel, Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Sulsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here