Unibos Dorong Mahasiswa Pascasarjana Tembus Jurnal Bereputasi Internasional

HARIANSULSEL.COM, Makassar — Di tengah meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas perguruan tinggi sekaligus syarat kelulusan pada jenjang magister dan doktor, Program Pascasarjana Universitas Bosowa menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan ratusan akademisi dengan para guru besar dan pakar publikasi nasional. Melalui Kuliah Umum dan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah bertema “Strategi Penulisan Karya Ilmiah Berkualitas: Dari Tesis dan Disertasi Menuju Publikasi Bereputasi” yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Mini Theater Lantai 7 Menara Bosowa, Pascasarjana Unibos menegaskan komitmennya membangun ekosistem riset yang tidak berhenti pada penyusunan tesis dan disertasi, tetapi bertransformasi menjadi publikasi ilmiah yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Bosowa, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA. Selanjutnya, Ketua Panitia Dr. Syamsul Bahri, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Direktur I Bidang Akademik, Sistem Informasi, Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Bosowa menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam laporannya, Dr. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa workshop tersebut merupakan agenda akademik rutin Pascasarjana Universitas Bosowa yang tahun ini diikuti oleh 419 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat budaya publikasi ilmiah sekaligus menjawab tuntutan regulasi nasional yang mewajibkan publikasi bagi mahasiswa maupun dosen.

“Budaya publikasi harus terus kita bangun karena bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari kualitas lulusan dan institusi. Melalui workshop ini kami berharap seluruh peserta memperoleh strategi yang tepat dalam mengubah tesis maupun disertasi menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi,” jelasnya.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, M.P., dalam sambutannya menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar mahasiswa pascasarjana saat ini bukan hanya menyelesaikan penelitian, melainkan menentukan strategi publikasi yang tepat. Menurutnya, tidak sedikit karya ilmiah berkualitas yang gagal dipublikasikan karena kurang memahami karakteristik jurnal, standar penerbit, maupun proses penyuntingan ilmiah.

“Karya ilmiah yang baik harus dipublikasikan pada tempat yang tepat. Banyak mahasiswa sebenarnya memiliki hasil penelitian yang sangat baik, namun belum memahami bagaimana memilih publisher, menyesuaikan ruang lingkup jurnal, hingga menyusun artikel sesuai standar publikasi internasional. Karena itu workshop ini menjadi sangat penting,” ungkap Prof. Muhibuddin.

Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa Universitas Bosowa terus mengarahkan seluruh sivitas akademik untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.

“Universitas Bosowa berorientasi menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Karena itu, karya ilmiah yang lahir dari tesis maupun disertasi harus mampu memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan, masyarakat, bahkan menjadi rujukan di tingkat internasional. Publikasi bukan sekadar syarat kelulusan, tetapi bagian dari tanggung jawab akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis riset,” tegasnya.

Memasuki sesi ilmiah, peserta memperoleh penguatan materi dari Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si., Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK sekaligus Guru Besar Universitas Brawijaya. Dalam paparannya mengenai penguatan karya ilmiah melalui penggunaan metodologi yang tepat, ia mengulas secara komprehensif delapan kategori utama research gap yang menjadi fondasi dalam menghasilkan penelitian berkualitas. Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara penyusunan disertasi dan artikel ilmiah internasional yang, menurutnya, memiliki orientasi kognitif serta tujuan akademik yang berbeda sehingga memerlukan strategi penulisan yang berbeda pula.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. yang membahas strategi menembus jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Ia menguraikan pentingnya membangun kebaruan (novelty), memperkuat argumentasi ilmiah, serta menyusun artikel yang mampu menjawab persoalan global sehingga memiliki peluang lebih besar diterima pada jurnal bereputasi.

Selanjutnya, Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, M.P. membawakan materi mengenai strategi penyusunan tesis dan disertasi yang sistematis, kritis, dan berbasis novelty. Sesi tersebut dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Murshal Manaf, S.T., M.T. yang mengupas kode etik penulisan ilmiah, hakikat pendekatan ilmiah, hingga teknik penyajian ilustrasi yang efektif dalam karya akademik.

Pada hari kedua, peserta memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam penulisan ilmiah. Dr. Burhanuddin, S.Pd., M.Pd. membahas optimalisasi Artificial Intelligence dan berbagai digital tools untuk mendukung proses academic writing secara etis dan produktif. Sementara itu, Dr. Ahmad Suwandi, S.T., M.T. memaparkan praktik terbaik penggunaan AI dalam riset serta strategi memilih jurnal bereputasi agar publikasi memiliki peluang diterima yang lebih tinggi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi coaching clinic penyusunan artikel, proposal tesis, dan disertasi yang dipandu oleh para Ketua Program Studi Pascasarjana bersama tim panitia.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Bosowa, Dr. A. Hamzah Fansury, S.Pd., M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun budaya akademik yang semakin kuat di lingkungan Pascasarjana Universitas Bosowa.

“Workshop ini tidak hanya mengajarkan teknik menulis artikel ilmiah, tetapi juga membentuk pola pikir peneliti agar mampu menghasilkan karya yang memiliki kebaruan, relevansi, dan dampak akademik. Harapan kami, semakin banyak mahasiswa Pascasarjana Universitas Bosowa yang mampu menembus jurnal nasional maupun internasional bereputasi sehingga kontribusi keilmuan kampus ini semakin diakui secara luas,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum dan workshop ini, Program Pascasarjana Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan riset, inovasi, dan publikasi ilmiah yang adaptif terhadap dinamika akademik global. Dengan menghadirkan para guru besar, pakar publikasi, serta praktisi riset nasional, Pascasarjana Universitas Bosowa terus membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya karya ilmiah berkualitas, mempercepat peningkatan reputasi institusi, serta mencetak lulusan magister dan doktor yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pembangunan nasional, dan masyarakat dunia. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *