HARIANSULSEL.COM, Makassar – Hari kedua Kuliah Umum dan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah bertema “Strategi Penulisan Karya Ilmiah Berkualitas: Dari Tesis dan Disertasi Menuju Publikasi Bereputasi” yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Minggu (5/7/2026), menghadirkan pembahasan yang semakin aplikatif. Jika hari pertama peserta dibekali strategi menyusun manuskrip berkualitas, maka pada sesi lanjutan ini fokus diarahkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), digital tools, hingga strategi memilih jurnal internasional bereputasi agar karya ilmiah memiliki peluang publikasi yang lebih tinggi.
Bertempat di Mini Theater Lantai 7 Menara Bosowa, ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa magister, doktor, dosen, hingga peneliti mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk menjawab tantangan publikasi ilmiah di era transformasi digital. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana Universitas Bosowa dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi integritas ilmiah.
Materi pertama disampaikan oleh Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhanuddin, S.Pd., M.Pd., yang mengangkat tema Optimalisasi Artificial Intelligence dan Digital Tools dalam Academic Writing.
Dalam paparannya, Dr. Burhan menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran akademisi, melainkan menjadi asisten akademik yang mampu mempercepat proses berpikir, menulis, dan menyempurnakan kualitas karya ilmiah.
“Artificial Intelligence bukan pengganti penulis. AI adalah partner akademik yang membantu peneliti mengembangkan ide, menyusun struktur tulisan, memperbaiki bahasa, mengelola sitasi, hingga melakukan revisi secara lebih efektif. Yang tetap menentukan kualitas sebuah karya ilmiah adalah cara berpikir kritis, orisinalitas, dan integritas penulisnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara peneliti bekerja. Berbagai platform digital kini mampu membantu menemukan research gap, menyusun outline artikel, melakukan parafrasa akademik, memperbaiki tata bahasa ilmiah, melakukan proofreading, menjaga konsistensi istilah, hingga membantu memahami artikel ilmiah yang kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Namun demikian, Dr. Burhan mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap berlandaskan etika akademik. Menurutnya, penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh isi naskah yang dihasilkan.
Ia juga memperkenalkan berbagai tools AI yang dapat dimanfaatkan peneliti pada setiap tahapan penulisan artikel ilmiah, mulai dari proses pencarian ide, penyusunan kerangka tulisan, penulisan pendahuluan, pengembangan pembahasan, hingga proses revisi sebelum naskah dikirim ke jurnal.
Menutup sesinya, Dr. Burhan mengajak seluruh peserta memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.
“The goal of education is not to replace human intelligence, but to amplify human potential.” AI harus menjadi partner cerdas dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, orisinal, etis, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Materi berikutnya dibawakan oleh Direktur Inovasi, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bosowa, Dr. Ahmad Suwandi, S.Pd., M.Pd., yang mengupas secara mendalam Best Practice Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penulisan Artikel Ilmiah dan Strategi Memilih Jurnal Bereputasi.
Berbekal pengalaman mendampingi berbagai publikasi ilmiah, Dr. Ahmad Suwandi memaparkan fakta bahwa jumlah publikasi internasional terus meningkat setiap tahun, sementara AI telah mengubah pola kerja para peneliti di seluruh dunia. Namun menurutnya, banyak artikel ilmiah gagal dipublikasikan bukan karena kualitas penelitiannya rendah, melainkan akibat kesalahan memilih jurnal tujuan.
“Banyak peneliti menghabiskan waktu memperbaiki manuskrip, tetapi lupa memahami karakter jurnal yang dituju. Padahal salah memilih jurnal menjadi salah satu penyebab utama artikel langsung ditolak sebelum masuk ke tahap review,” ujarnya.
Ia menguraikan berbagai tantangan yang umum dihadapi peneliti, mulai dari kesulitan menemukan research gap, menyusun introduction yang kuat, rendahnya kepercayaan diri dalam menulis bahasa Inggris akademik, hingga kebingungan menentukan jurnal yang sesuai dan menghindari predatory journal.
Dalam sesi tersebut peserta diperkenalkan berbagai workflow pemanfaatan AI dalam proses penyusunan artikel ilmiah secara sistematis, mulai dari eksplorasi literatur, penyusunan kerangka berpikir, penyempurnaan bahasa akademik, hingga evaluasi kualitas manuskrip sebelum proses submission.
Tak hanya itu, Dr. Ahmad Suwandi juga membagikan strategi praktis memilih jurnal bereputasi, mulai dari membaca scope jurnal, mengevaluasi kesesuaian topik penelitian, memahami indikator kualitas jurnal, mengenali tanda-tanda predatory journal, hingga strategi menghadapi proses review dari editor dan reviewer internasional.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan peringkat quartile sebagai satu-satunya pertimbangan dalam menentukan jurnal tujuan.
“Jangan memulai dengan melihat Q1 atau Q2 terlebih dahulu. Mulailah dari kecocokan ruang lingkup jurnal dengan penelitian kita. Artikel yang baik akan memiliki peluang lebih besar diterima ketika sesuai dengan karakter jurnal yang dituju,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian workshop dua hari tersebut, Direktur Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, M.P., menegaskan bahwa penguasaan metodologi penelitian, kemampuan menulis, serta pemanfaatan teknologi digital merupakan kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari akademisi masa depan.
“Publikasi ilmiah hari ini bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ukuran kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, Pascasarjana Universitas Bosowa akan terus menghadirkan ruang belajar yang memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, bereputasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Program Pascasarjana Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan etika akademik. Perpaduan antara kecerdasan manusia, metodologi ilmiah yang kuat, dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab diharapkan mampu melahirkan publikasi bereputasi yang tidak hanya meningkatkan rekognisi akademik Universitas Bosowa di tingkat global, tetapi juga menghadirkan solusi ilmiah yang berdampak bagi masyarakat. (and/hs)