HARIANSULSEL.COM, Makassar – Peran Universitas Bosowa (Unibos) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor pertambangan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Kebumian (FTPK) Unibos, Dr. Andi Ilham Samalanlangi, S.T., M.T., dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan Stakeholder Consultation yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba), Badan Pengembangan SDM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (7/7/2026), di Claro Makassar Hotel & Convention.
Mengusung tema “Partnership for Competence: Kolaborasi Pengembangan Kompetensi SDM Berbasis Kebutuhan Industri Menuju Pertambangan yang Baik”, forum nasional ini mempertemukan unsur pemerintah, industri, dan perguruan tinggi untuk merumuskan strategi penguatan kompetensi sumber daya manusia yang mampu menjawab dinamika industri pertambangan sekaligus mendukung implementasi good mining practice. Kegiatan dibuka oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara sekaligus Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM, Ahmad Syauqi, S.Si., S.T., M.Ak., serta Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, S.T., M.B.A.
Dalam paparannya yang bertajuk “Penyiapan SDM Industri Pertambangan yang Selaras dengan Kebutuhan Industri”, Dr. Andi Ilham menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan perkembangan dunia industri.
“Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai aspek akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis, kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkarakter profesional sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah strategi yang telah menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi, di antaranya penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penguatan program magang, sertifikasi kompetensi, kolaborasi riset terapan, hingga keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi jembatan penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan riil sektor pertambangan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dekan FTPK Unibos sebagai narasumber pada forum yang digelar Kementerian ESDM menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas akademisi Universitas Bosowa dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan kualitas sumber daya manusia nasional. Keterlibatan ini sekaligus mempertegas komitmen Unibos dalam membangun kolaborasi bersama pemerintah dan industri untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab tantangan sektor pertambangan di masa depan. (and/hs)