Dosen dan Mahasiswa Unibos Tampil sebagai Pembicara di Konferensi Internasional ICOGE 2026 Malaysia

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Komitmen Universitas Bosowa (Unibos) dalam memperkuat kiprah akademik di tingkat global kembali mendapat pengakuan melalui keikutsertaan tiga dosen dan dua mahasiswa sebagai pembicara pada 4th International Conference on Global Education (ICOGE) 2026 yang diselenggarakan oleh School of Education, Lincoln University College, Malaysia. Konferensi internasional bertema “Transforming Education in the Age of AI” tersebut berlangsung pada 8–9 Juli 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan mempertemukan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial.

Kepercayaan sebagai pembicara internasional diberikan kepada Dr. Ahmad Swandi, M.Si.P., Prof. Dr. Asdar, M.Pd., Sri Rahmadhanningsih, S.Pd., M.Si.P., serta dua mahasiswa Unibos, Fina Melani Putri dan Ken Ameera Mahendradatta Maheswari. Kelima delegasi tersebut mempresentasikan hasil riset pada bidang pembelajaran digital, kecerdasan artifisial, project-based learning, hingga pengembangan media pembelajaran interaktif yang relevan dengan tantangan transformasi pendidikan di era digital.

Salah satu dosen Unibos, Dr. Ahmad Swandi, M.Si.P., memaparkan penelitian berjudul Low-Cost AI-Supported Online Science Lab on Energy Conversion with A STEM Approach. Sementara Prof. Dr. Asdar, M.Pd. mengangkat topik Artificial Intelligence-Supported Project-Based Learning for Enhancing Students’ Digital Engagement in Remote Schools. Adapun Sri Rahmadhanningsih, S.Pd., M.Si.P. mempresentasikan penelitian From Oral Assessment Findings to Digital Intervention: AI-assisted Development of An Interactive Cartesian Coordinate Learning Application. Dua mahasiswa Unibos turut menunjukkan kapasitas risetnya melalui presentasi bertema integrasi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran sains dan pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis AI.

Salah satu delegasi Unibos menyampaikan bahwa kesempatan menjadi pembicara pada forum internasional merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara. “Forum ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk berbagi inovasi penelitian sekaligus belajar dari berbagai akademisi dunia. Kami berharap kontribusi yang diberikan dapat menjadi bagian dari pengembangan pendidikan global, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam ICOGE 2026 turut memperlihatkan sinergi yang kuat antara sivitas akademika dalam membangun budaya riset yang produktif. Keterlibatan mahasiswa sebagai pembicara internasional juga menjadi bukti bahwa Unibos terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi penelitian, berpikir kritis, serta percaya diri mempresentasikan gagasan ilmiah pada forum akademik dunia.

Keikutsertaan lima delegasi tersebut semakin memperkuat posisi Universitas Bosowa sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Melalui riset yang berorientasi pada inovasi pembelajaran dan transformasi digital, Unibos terus memperluas kolaborasi global sekaligus menegaskan komitmennya dalam menghasilkan akademisi dan lulusan yang berdaya saing internasional serta mampu memberikan solusi bagi perkembangan pendidikan di era kecerdasan artifisial. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *