HARIANSULSEL.COM, Ternate – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar Seminar Nasional bertajuk “Masa Depan Haji dan Umrah: Transformasi Layanan, Profesionalisme, dan Peluang Karier Generasi Muda”, Senin, 9 November 2026, pukul 09.00 WIT hingga selesai, bertempat di Aula FUAD IAIN Ternate.
Seminar nasional ini menghadirkan Prof. Afifuddin Harisah, Lc., M.Ag., Gur Besar UIN Alauddin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Annahdlah Makassar sebagai narasumber utama, bersama Syarif Ibrahim, Lc., M.Si. dan Ustadz Irwan Tomsoa. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, dosen, pengelola biro perjalanan umrah, pembimbing manasik, serta masyarakat umum.
Seminar ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan dinamika penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di tengah perubahan kebijakan, transformasi layanan, serta meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang profesional dan kompeten.
Wakil Dekan Bidang Akademik FUAD IAIN Ternate, Dr. Rakhmat, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan bahwa penyelenggaraan seminar nasional ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca arah baru tata kelola haji dan umrah di Indonesia. Menurutnya, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menjadi momentum perubahan dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia terdidik, profesional, dan memiliki kompetensi khusus.
“Penyelenggaraan haji dan umrah saat ini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan aspek pelaksanaan ibadah. Di dalamnya terdapat ekosistem layanan publik berskala besar yang membutuhkan tenaga profesional, mulai dari petugas haji, pembimbing manasik, hingga pengelola biro perjalanan. Kebutuhan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, terutama di kawasan timur Indonesia,” ujar Dr. Rakhmat, Sabtu (7/11).
Ia menambahkan, seminar nasional ini juga menjadi bagian dari ikhtiar akademik FUAD IAIN Ternate dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU). Gagasan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah serta kebutuhan tenaga profesional di bidang tersebut.
“Pembukaan program studi baru harus didasarkan pada kajian akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui seminar ini, kami ingin menghimpun perspektif akademisi dan praktisi sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kurikulum, profil lulusan, serta kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Rakhmat mengungkapkan bahwa FUAD IAIN Ternate juga tengah merencanakan pengembangan sejumlah program studi baru, yakni Ilmu Perpustakaan, Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Ilmu Hadis, Antropologi Agama, serta Akidah dan Filsafat Islam.
Menurutnya, pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi FUAD untuk memperluas cakupan keilmuan dan meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Islam dalam menjawab kebutuhan masyarakat Maluku Utara.
“Kami ingin FUAD berkembang sebagai fakultas yang memiliki kekuatan keilmuan yang komprehensif. Pengembangan program studi tidak hanya diarahkan pada kajian keislaman, tetapi juga bidang-bidang terapan yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja. Harapannya, FUAD dapat membuka lebih banyak ruang pendidikan dan peluang masa depan bagi generasi muda Maluku Utara,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, para narasumber mengulas berbagai aspek strategis penyelenggaraan haji dan umrah, mulai dari transformasi sistem pelayanan, standar profesionalisme penyelenggara, hingga peluang karier dan kewirausahaan bagi generasi muda dalam ekosistem industri haji dan umrah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan, khususnya mengenai prospek pekerjaan, kompetensi tenaga profesional, serta peluang pengembangan usaha di sektor layanan haji dan umrah.
Seminar nasional ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga menghasilkan rekomendasi akademik dan praktis bagi pengembangan pendidikan tinggi di bidang manajemen haji dan umrah. Hasil diskusi akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum dan studi kelayakan rintisan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah di IAIN Ternate.
Melalui kegiatan ini, FUAD IAIN Ternate menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum akademik yang responsif terhadap perubahan sosial, kebijakan nasional, dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional di bidang keagamaan dan pelayanan publik. (and/hs)