Monev KKN Tematik Unibos Dorong Solusi Berkelanjutan bagi Kelurahan Baru dan Pisang Utara

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa (Unibos) memasuki tahap Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Kantor Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Wakil Rektor I dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., Direktur Direktorat Akademik, para dosen pembimbing lapangan, serta jajaran staf. Turut hadir Lurah Kelurahan Baru Fajar Harianto, S.Sos., SSTP beserta perangkat kelurahan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja mahasiswa di Kelurahan Baru dan Kelurahan Pisang Utara.

Dalam laporan pelaksanaan, mahasiswa memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Di Kelurahan Baru, program meliputi pembuatan kebun KKN Tematik melalui penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran konsumsi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan rumah tangga, disertai edukasi perawatan tanaman. Mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga menjadi kategori organik, anorganik, dan residu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Sementara di Kelurahan Pisang Utara, mahasiswa menyusun peta administrasi wilayah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diserahkan kepada pemerintah kelurahan sebagai pendukung pelayanan administrasi dan perencanaan pembangunan.

Lurah Kelurahan Baru, Fajar Harianto, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai selaras dengan kebutuhan pemerintah kelurahan, khususnya dalam penguatan edukasi pengelolaan sampah. Menurutnya, program KKN menjadi sarana efektif untuk menyampaikan program pemerintah hingga ke tingkat masyarakat. “Salah satu yang penting adalah membangun pemahaman bahwa sampah tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Ke depan, pengelolaan sampah berbasis kelurahan perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang),” ujarnya.

Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. menekankan bahwa KKN harus menghasilkan luaran yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan. “Output kegiatan ini harus terlihat dalam bentuk produk nyata sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat. Program-program yang telah dijalankan juga dapat dikolaborasikan lebih lanjut agar memberi dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Melalui Monev ini, pimpinan universitas bersama dosen pembimbing turut memberikan masukan terhadap pengembangan program agar tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Evaluasi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi lanjutan antara Universitas Bosowa dan pemerintah kelurahan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan pengabdian.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik Angkatan 60 menegaskan komitmen Universitas Bosowa dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa, Unibos terus memperkuat perannya sebagai institusi yang menghasilkan solusi nyata, inovatif, dan berkelanjutan bagi pembangunan masyarakat. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *