HARIANSULSEL.COM, Makassar – Langkah internasionalisasi Universitas Bosowa (Unibos) kembali mencapai tonggak strategis. Untuk pertama kalinya, kampus ini secara resmi menghadirkan Chinese Teaching Centre (CTC) hasil kolaborasi dengan Nanchang Normal University (NCNU), Tiongkok, yang ditandai dengan penandatanganan Renewal of Institutional Memorandum of Understanding (MoU), peresmian pusat pengajaran bahasa Mandarin, serta penguatan implementasi kerja sama akademik melalui Implementation Arrangement (IA) lintas program studi. Momentum bersejarah tersebut berlangsung dalam Signing Ceremony of the Renewal of Institutional MoU & MoU Pendirian Chinese Teaching Centre yang digelar pada Selasa (21/7/2026) di Ruang Rapat Program Pascasarjana Lantai 12 Menara Bosowa, mulai pukul 09.00 WITA, sebagai simbol semakin eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok melalui pendidikan tinggi.
Kegiatan ini menjadi babak baru hubungan akademik Universitas Bosowa dan Nanchang Normal University yang telah terjalin selama beberapa tahun. Tidak hanya memperbarui nota kesepahaman kelembagaan, kedua universitas juga memperluas ruang kolaborasi melalui pendirian Chinese Teaching Centre yang akan menjadi pusat pembelajaran bahasa Mandarin, pertukaran budaya, pengembangan kurikulum, serta penguatan mobilitas mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kedua institusi.
Delegasi Nanchang Normal University dipimpin langsung oleh President NCNU, Prof. Du Jianqiang, didampingi Prof. Liu Yufeng selaku Director of the Office of Scientific Research, Prof. Song Naikang selaku Director of International Cooperation and Exchange Center, Li Runsheng selaku Secretary of the Party Committee School of Literature and History, Zeng Xianli selaku Vice Dean School of Tourism and Economic Management, serta Lu Kemin, Chinese Director of Tourism Confucius Institute Universitas Udayana. Kehadiran delegasi disambut oleh jajaran pimpinan Universitas Bosowa, dekan, direktur, ketua departemen, serta ketua program studi di lingkungan Universitas Bosowa.
Mewakili Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., yang tengah melaksanakan tugas di luar negeri, sambutan pembuka disampaikan oleh Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa hubungan Universitas Bosowa dengan Nanchang Normal University telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang terus melahirkan berbagai program nyata, mulai dari pertukaran mahasiswa, kolaborasi akademik, hingga penguatan jejaring internasional.
Menurutnya, peresmian Chinese Teaching Centre merupakan langkah penting dalam memperluas akses sivitas akademika Universitas Bosowa terhadap pendidikan bertaraf global.
“Chinese Teaching Centre yang kita resmikan hari ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pusat pertukaran budaya yang memperkaya wawasan sivitas akademika Universitas Bosowa mengenai bahasa dan kebudayaan Tiongkok. Bersamaan dengan itu, Implementation Arrangement yang kita tandatangani akan membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa kedua universitas untuk mengikuti program pertukaran, memperluas pengalaman akademik, dan membangun jejaring internasional sejak dini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Nasrullah menegaskan bahwa Universitas Bosowa memandang kerja sama internasional sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.
“Kami berkomitmen menjadikan setiap kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan kedua institusi. Pendidikan tinggi harus menjadi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Sementara itu, President Nanchang Normal University, Prof. Du Jianqiang, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Universitas Bosowa. Menurutnya, hubungan kedua universitas merupakan cerminan eratnya persahabatan Indonesia dan Tiongkok yang terus tumbuh melalui kolaborasi di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir kedua universitas telah melaksanakan berbagai program, seperti summer camp, kunjungan akademik, serta pertukaran mahasiswa yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami melihat Universitas Bosowa sebagai mitra strategis di Indonesia. Melalui Chinese Teaching Centre, kami berharap dapat mendukung pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di Universitas Bosowa, termasuk kerja sama pengembangan kurikulum, penyediaan sumber daya pembelajaran, pembinaan mahasiswa, serta program pertukaran yang lebih luas,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Prof. Du Jianqiang juga mengundang Universitas Bosowa untuk bergabung dalam China (Jiangxi)–Indonesia Cultural and Tourism Higher Education Alliance, sebuah aliansi pendidikan tinggi yang tengah dipersiapkan oleh Nanchang Normal University sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi kedua negara.
“Kami berharap Universitas Bosowa dapat menjadi bagian dari aliansi ini sehingga kerja sama kita tidak hanya terbatas pada pembelajaran bahasa Mandarin, tetapi juga berkembang pada bidang pariwisata, kebudayaan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Kami percaya kolaborasi yang lebih luas akan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi kedua universitas,” katanya.
Sebelum prosesi penandatanganan, Direktur Internasionalisasi dan Reputasi Global Universitas Bosowa, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., memaparkan perkembangan kerja sama yang telah dijalankan kedua institusi. Ia menjelaskan bahwa hubungan Unibos dan NCNU terus berkembang secara progresif melalui berbagai program internasional yang memberikan dampak langsung bagi mahasiswa dan dosen.
Menurutnya, pendirian Chinese Teaching Centre menjadi salah satu wujud nyata transformasi kerja sama dari sekadar hubungan kelembagaan menjadi kolaborasi akademik yang berkelanjutan.
“Internasionalisasi harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan sivitas akademika. Karena itu, kami terus mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, mobilitas internasional, riset bersama, hingga penguatan reputasi global Universitas Bosowa,” jelasnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Renewal of Institutional Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Bosowa dan Nanchang Normal University, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Pendirian Chinese Teaching Centre sebagai dasar pembentukan pusat pengajaran bahasa Mandarin di lingkungan Universitas Bosowa. Prosesi dilanjutkan dengan pembukaan kain merah pada plakat Chinese Teaching Centre sebagai simbol resmi beroperasinya pusat pembelajaran tersebut.
Pada kesempatan yang sama, empat program studi di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, yakni Program Studi Bahasa Mandarin, Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia, turut menyerahkan dokumen Implementation Arrangement (IA) kepada pihak Nanchang Normal University. Dokumen tersebut menjadi landasan operasional pelaksanaan berbagai program kolaboratif, khususnya pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum, dan implementasi kegiatan akademik bersama antarprogram studi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol persahabatan kedua institusi serta sesi foto bersama seluruh delegasi sebagai penanda komitmen untuk terus memperkuat kemitraan yang telah terjalin.
Hadirnya Chinese Teaching Centre menandai lebih dari sekadar lahirnya sebuah fasilitas baru di lingkungan Universitas Bosowa. Pusat pembelajaran ini menjadi gerbang bagi penguatan kompetensi global mahasiswa melalui penguasaan bahasa, pemahaman budaya, pertukaran akademik, hingga kolaborasi riset lintas negara. Bersamaan dengan perpanjangan kemitraan kelembagaan dan implementasi berbagai program kolaboratif, Universitas Bosowa kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan internasionalisasi dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar seremoni. Dari Makassar, Unibos terus memperluas pengaruhnya dalam peta pendidikan tinggi internasional, membangun jembatan kolaborasi Indonesia–Tiongkok yang melahirkan peluang baru bagi sivitas akademika untuk belajar, berkarya, dan bersaing di panggung global. (and/hs)