Menag Dorong PTKN Kembangkan Program Studi Sesuai Kebutuhan Masyarakat

HARIANSULSEL.COM, Jakarta – Perubahan status kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari institut menjadi universitas memberikan peluang yang lebih besar dalam pengembangan program studi. Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong para pengelola perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peluang tersebut dengan membuka dan mengembangkan bidang pendidikan yang relevan dengan potensi serta kebutuhan daerah masing-masing.

Arahan itu disampaikan Menteri Agama kepada empat pimpinan PTKN yang baru dilantik dan dikukuhkan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Keempat pimpinan tersebut yakni Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. sebagai Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag. sebagai Rektor UIN Kendari, serta Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. sebagai Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang.

Secara khusus, Menag menyoroti UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari yang baru mengalami transformasi kelembagaan dari institut menjadi universitas. Perubahan tersebut dinilai memberikan ruang yang lebih luas bagi kedua perguruan tinggi dalam memperluas dan mendiversifikasi program studi yang dikembangkan.

Menurut Menag, pengembangan program studi harus mempertimbangkan karakteristik, potensi, dan kebutuhan setiap perguruan tinggi. Transformasi menjadi universitas juga dinilai menjadi momentum bagi UIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Kendari untuk memperluas cakupan keilmuan sekaligus memperkuat peran dan daya jangkaunya sebagai perguruan tinggi.

“Kalau sudah berubah menjadi universitas, kesempatan untuk mengembangkan program studi umum itu terbuka lebih luas,” ujar Menag, Selasa (15/9/2026).

Di samping mendorong perluasan program studi, Menag juga memberikan perhatian terhadap pengembangan bidang kedokteran di UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia meminta agar pengembangan Fakultas Kedokteran terus dilanjutkan, termasuk rencana pembangunan rumah sakit yang terintegrasi dengan perguruan tinggi tersebut.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas akademik UIN Sunan Ampel Surabaya di bawah kepemimpinan yang baru. Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal perguruan tinggi serta mengelola dan menyelesaikan berbagai dinamika yang muncul di lingkungan kampus.

Adapun kepada pimpinan Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang, Menag mendorong agar perguruan tinggi tersebut mampu mengidentifikasi peluang pengembangan program studi yang masih relatif terbatas. Pembukaan bidang studi baru diharapkan tidak hanya memperluas layanan akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam rangka memperkuat pengembangan kelembagaan dan akademik tersebut, Menag menekankan perlunya membangun kerja sama dan jejaring yang lebih luas dengan berbagai pihak. Kolaborasi dapat dilakukan bersama pemerintah, sektor swasta, maupun para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Buddha.

Berbagai arahan tersebut menggambarkan strategi pengembangan PTKN yang perlu disesuaikan dengan perubahan kelembagaan, potensi, dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi. Bagi PTKN yang telah bertransformasi menjadi universitas, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas bidang keilmuan dan program studi. Sementara itu, penguatan bidang kedokteran serta pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menjadi agenda penting bagi perguruan tinggi lainnya. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *