Unibos Kian Mendunia, Tiga Riset Pendidikan STEM Dipresentasikan di iSTEM-Ed 2026

HARIANSULSEL.COM, Chiang Mai, Thailand – Kiprah akademisi Universitas Bosowa kembali menorehkan jejak di panggung internasional. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Bosowa, Sri Rahmadhanningsih, S.Pd., M.Si.P., dipercaya menjadi pemakalah pada The 10th International STEM Education Conference (iSTEM-Ed 2026) di Chiang Mai, Thailand, dengan membawa tiga hasil riset kolaboratif yang seluruhnya telah diterima untuk dipublikasikan dalam prosiding internasional terindeks Scopus. Capaian ini menjadi bukti semakin menguatnya budaya riset Universitas Bosowa sekaligus memperluas kontribusi akademiknya dalam pengembangan pendidikan STEM di tingkat global.

Tiga penelitian yang dipresentasikan merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Bosowa, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Caraga State University (CSU), Filipina. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang lebih inovatif, kolaboratif, dan relevan terhadap tantangan pendidikan masa depan.

Pada sesi presentasi, Sri Rahmadhanningsih memaparkan penelitian bertajuk “User Acceptance and Learning Outcomes of STEM-Hybrid Research-Based Learning in Teacher Education Contexts”, yang mengulas efektivitas model pembelajaran berbasis riset dengan pendekatan hybrid STEM dalam meningkatkan penerimaan pengguna sekaligus capaian belajar calon pendidik.

Penelitian kedua berjudul “An Integrative Project-Based Learning Framework for Developing Digital Literacy in Remote Schools” menawarkan model pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk memperkuat literasi digital peserta didik di wilayah terpencil melalui pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berbasis penyelesaian masalah.

Sementara itu, artikel ketiga bertajuk “Student Learning Experiences in Ethno-STEM Project-Based Learning: Insights from an Island School” mengangkat implementasi pembelajaran Ethno-STEM berbasis proyek pada sekolah di kawasan kepulauan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sains dan teknologi mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik sekaligus menjadikan proses belajar lebih kontekstual dan bermakna.

Direktur Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) Universitas Bosowa, Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dosen Universitas Bosowa mempresentasikan tiga artikel sekaligus dalam forum ilmiah internasional menunjukkan semakin meningkatnya kualitas riset dan daya saing akademik sivitas Universitas Bosowa di tingkat global.

“Keikutsertaan dosen Universitas Bosowa pada konferensi internasional merupakan bagian dari strategi penguatan budaya riset yang terus kami dorong. Kami ingin setiap penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi bereputasi, tetapi juga melahirkan jejaring kolaborasi internasional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan pendidikan,” ujarnya.

Sri Rahmadhanningsih menuturkan bahwa kesempatan mempresentasikan hasil penelitian di forum internasional menjadi pengalaman berharga untuk memperluas perspektif akademik sekaligus membangun jejaring dengan para peneliti dari berbagai negara.

“Forum ini memberikan ruang untuk saling berbagi gagasan, memperoleh masukan dari akademisi internasional, sekaligus memperkenalkan hasil riset kolaboratif yang kami kembangkan. Harapannya, penelitian ini tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran STEM yang lebih inovatif dan inklusif,” ungkapnya.

Partisipasi Universitas Bosowa pada The 10th International STEM Education Conference (iSTEM-Ed 2026) semakin mempertegas komitmen institusi dalam memperkuat internasionalisasi riset melalui kolaborasi lintas negara, publikasi ilmiah bereputasi, dan kehadiran aktif pada forum akademik dunia. Langkah ini menjadi bagian dari visi Universitas Bosowa untuk terus melahirkan inovasi, memperkuat reputasi akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *