HARIANSULSEL.COM, Makassar – Langkah internasionalisasi Universitas Bosowa (Unibos) terus dipersiapkan secara matang melalui Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Studi Banding dan Penjajakan Kerja Sama Universitas Bosowa dengan James Cook University (JCU) dan The University of Queensland (UQ), Australia, yang digelar pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 9 Gedung I Unibos. Rapat dipimpin Wakil Rektor I Unibos, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., dan dihadiri Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah, M.Si., Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global (DIRG) Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, M.P., kepala Departemen Urusan Internasional, serta para dekan dari berbagai fakultas.
Dalam arahannya, Dr. Sutia Budi menjelaskan bahwa kunjungan yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus hingga 4 September 2026 tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring internasional Universitas Bosowa melalui kolaborasi dengan dua perguruan tinggi terkemuka di Australia. Selain mengikuti agenda Study Cairns yang mempertemukan perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan pendidikan di Queensland, delegasi Unibos juga akan melakukan penjajakan implementasi kerja sama akademik secara langsung. “Kunjungan ini bukan sekadar studi banding, tetapi momentum untuk memperluas kerja sama sekaligus memperkuat branding Universitas Bosowa sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global. Karena itu setiap fakultas harus membawa konsep dan target kolaborasi yang jelas,” tegasnya.
Rapat turut membahas berbagai peluang kerja sama yang akan ditawarkan kepada James Cook University dan The University of Queensland, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, joint research, publikasi internasional, dual degree, visiting professor, hingga kolaborasi di bidang kecerdasan artifisial (AI), energi terbarukan, pertambangan, hukum, bisnis, ilmu sosial, dan pendidikan. Berdasarkan pemetaan potensi yang dipaparkan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Program Pascasarjana menjadi unit yang diproyeksikan terlibat dalam tahap awal penguatan kerja sama, dengan target menghasilkan dua Memorandum of Understanding (MoU), lima Memorandum of Agreement (MoA), sepuluh Letter of Intent (LoI), rencana joint research, student exchange agreement, visiting professor agreement, serta roadmap implementasi kerja sama selama tiga hingga lima tahun.
Direktur DIRG Unibos, Prof. Asdar, menyampaikan bahwa koordinasi lintas fakultas menjadi kunci agar setiap delegasi membawa program yang siap diimplementasikan saat bertemu mitra internasional. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat reputasi global Universitas Bosowa. “Kami ingin setiap kerja sama yang dibangun memiliki implementasi yang jelas, mulai dari riset bersama, publikasi internasional, mobilitas akademik, hingga pengembangan program yang memberikan manfaat langsung bagi fakultas dan mahasiswa,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan seluruh pimpinan fakultas untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Selain agenda akademik di kampus mitra, delegasi Unibos juga direncanakan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi dan sektor industri di Australia sebagai upaya membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Seluruh peserta rapat turut membahas kesiapan administrasi, penyusunan dokumen kerja sama, hingga strategi agar setiap pertemuan menghasilkan implementasi yang berkelanjutan.
Melalui persiapan yang terstruktur tersebut, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional bersama perguruan tinggi bereputasi dunia. Kunjungan ke James Cook University dan The University of Queensland diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus, menghadirkan kolaborasi akademik yang berdampak, serta membuka lebih banyak peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkiprah di tingkat global. (and/hs)