S3 Administrasi Publik Unibos Dorong Riset Birokrasi Digital yang Berdampak bagi Pelayanan Publik

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Melahirkan doktor yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan tata kelola pemerintahan membutuhkan proses akademik yang tidak hanya ketat, tetapi juga kolaboratif dan berorientasi pada kualitas. Berangkat dari komitmen tersebut, Program Doktor (S3) Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Bosowa menggelar Sidang Komisi (Pembimbingan) Proposal Disertasi sebagai bagian dari tahapan akademik menuju pelaksanaan Seminar Proposal Semester III Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Sidang Program Pascasarjana Lantai 12 Menara Bosowa.

Sidang komisi menjadi forum akademik yang dirancang untuk memastikan setiap rancangan penelitian doktoral memiliki kebaruan ilmiah, ketajaman analisis, serta kontribusi yang relevan terhadap pengembangan ilmu administrasi publik maupun penyelesaian berbagai persoalan kebijakan publik. Melalui tahapan ini, mahasiswa memperoleh masukan komprehensif dari tim promotor sebelum memasuki seminar proposal sebagai salah satu tahapan penting dalam pendidikan doktoral.

Sidang dipimpin oleh Ketua Program Studi S3 Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Prof. Dr. Delly Mustafa, M.Si., serta dihadiri oleh tim pembimbing yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. selaku Promotor, Prof. Dr. Imran Ismail, M.S. sebagai Co-Promotor I, dan Dr. H. Nawir Rahman, S.E., M.Si., CIPA. sebagai Co-Promotor II.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Dody Agriyanto mempresentasikan proposal disertasinya yang berjudul “Collaborative Innovation dalam Birokrasi Publik di Kota Makassar (Studi Kasus Program Lontara Makassar Super Apps).” Penelitian tersebut mengangkat inovasi kolaboratif dalam birokrasi publik melalui implementasi layanan digital sebagai salah satu strategi transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ketua Program Studi S3 Administrasi Publik, Prof. Dr. Delly Mustafa, M.Si., menjelaskan bahwa sidang komisi bukan sekadar tahapan administratif, melainkan ruang akademik untuk menguji kedalaman berpikir, ketepatan metodologi, serta kontribusi ilmiah yang akan dihasilkan oleh setiap penelitian doktoral.

“Pada jenjang doktor, disertasi harus mampu menawarkan kebaruan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik administrasi publik. Karena itu, sidang komisi menjadi momentum penting untuk menyempurnakan rancangan penelitian sebelum memasuki seminar proposal sehingga penelitian yang dihasilkan benar-benar memiliki kualitas akademik yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Promotor, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menekankan bahwa penelitian doktoral harus mampu membaca dinamika perubahan birokrasi yang semakin kompleks, khususnya di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat.

Menurutnya, tema yang diangkat mahasiswa memiliki relevansi yang kuat terhadap kebutuhan pengembangan tata kelola pemerintahan modern sehingga perlu didukung dengan kerangka konseptual yang kokoh, metodologi yang tepat, serta analisis yang mendalam.

“Disertasi doktor bukan hanya menyelesaikan persoalan akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan model, konsep, atau rekomendasi yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan publik. Itulah mengapa setiap tahapan pembimbingan dilakukan secara mendalam agar penelitian memiliki kualitas dan dampak yang nyata,” jelasnya.

Co-Promotor I, Prof. Dr. Imran Ismail, M.S., turut memberikan berbagai masukan terhadap penyempurnaan kerangka konseptual dan fokus penelitian agar memiliki posisi ilmiah yang semakin kuat.

Sedangkan Co-Promotor II, Dr. H. Nawir Rahman, S.E., M.Si., CIPA., memberikan penguatan terhadap aspek metodologi penelitian serta pentingnya menjaga konsistensi antara rumusan masalah, pendekatan penelitian, hingga luaran akademik yang diharapkan.

Melalui diskusi yang berlangsung secara intensif, tim pembimbing memberikan berbagai rekomendasi strategis sebagai bekal penyempurnaan proposal disertasi sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahapan seminar proposal. Proses tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan akademik yang diterapkan Program Pascasarjana Universitas Bosowa untuk memastikan setiap penelitian doktoral memenuhi standar mutu akademik dan menghasilkan kontribusi ilmiah yang signifikan.

Pelaksanaan sidang komisi ini kembali menegaskan komitmen Program Doktor Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Bosowa dalam membangun ekosistem pendidikan doktoral yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis bangsa. Dengan pendampingan langsung oleh para promotor yang memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat, Program Pascasarjana Universitas Bosowa terus mempersiapkan lahirnya doktor-doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi kebijakan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan administrasi publik di Indonesia maupun pada tingkat global. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *