HARIANSULSEL.COM, Makassar – Menguatnya investasi dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Tiongkok menghadirkan kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai bahasa Mandarin, tetapi juga memahami komunikasi bisnis lintas budaya. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa melalui Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT. Anugrah Citra Walet Indonesia YanTyTy Group Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Student Lounge Universitas Bosowa, Jumat (17/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret Universitas Bosowa dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, sekaligus memastikan proses pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa akan memperoleh akses lebih luas terhadap pengalaman profesional melalui program magang, kuliah praktisi, pengembangan kurikulum berbasis industri, hingga berbagai bentuk kolaborasi yang mendukung peningkatan kompetensi komunikasi bisnis berbahasa Mandarin.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FIPS Universitas Bosowa, Dr. Muliati, S.Pd., M.Hum., M.Ed., Wakil Dekan III Andi Irwandi, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Annisa Syauqina Kadar, S.Pd., M.Ed., serta jajaran dosen Program Studi Bahasa Mandarin, yakni Sri Khaerani Rahman, S.S., M.BA., Muthia Mutmainnah Darmuh, S.Pd., M.Ed., dan Winda Ayu Utami R., S.Pd., M.Ed. Penandatanganan kerja sama turut disaksikan oleh mahasiswa Program Studi D4 Bahasa Mandarin yang antusias menyambut hadirnya peluang kolaborasi dengan dunia industri.
Ketua Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Annisa Syauqina Kadar, S.Pd., M.Ed., menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi program studi untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja internasional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai bahasa Mandarin secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam konteks bisnis, komunikasi profesional, dan budaya kerja perusahaan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia industri yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Sementara itu, dosen Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Winda Ayu Utami R., S.Pd., M.Ed., menilai bahwa kolaborasi dengan sektor industri menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja global.
“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi awal dari berbagai program nyata yang akan memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa. Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat kompetensi bahasa Mandarin, membangun keterampilan komunikasi bisnis, sekaligus mencetak lulusan yang siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari mahasiswa yang melihat kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperluas pengalaman belajar di luar ruang kelas. Salah seorang mahasiswa Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Riska, mengaku optimistis kemitraan dengan dunia industri akan memberikan bekal yang lebih relevan dalam menghadapi dunia profesional.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kerja sama ini karena mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana bahasa Mandarin digunakan dalam dunia kerja. Kesempatan belajar bersama mitra industri tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mempersiapkan diri sebelum lulus,” tuturnya.
Melalui kemitraan dengan PT. Anugrah Citra Walet Indonesia YanTyTy Group Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri global. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi bisnis berbahasa Mandarin, tetapi juga membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang mendukung lahirnya lulusan profesional, adaptif, dan siap menjadi talenta unggul di era ekonomi internasional. (and/hs)