BEM FK Unibos Gelar Bakti Sosial Layani Kesehatan Warga Manimbahoi

HARIANSULSEL.COM, Gowa – Pengabdian tidak selalu dimulai dari ruang laboratorium atau ruang kuliah. Di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa membuktikan bahwa ilmu kedokteran menemukan maknanya ketika hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui Bakti Sosial BEM FK Unibos 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026, ratusan warga memperoleh layanan kesehatan, edukasi preventif, serta berbagai aksi kemanusiaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial calon tenaga medis masa depan.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (26/6) dengan mobilisasi seluruh panitia dan relawan menuju Desa Manimbahoi. Keberangkatan dipimpin langsung oleh Presiden BEM Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Periode 2025/2026, Bryan Mario Pairunan Palajuka, sebagai bentuk kesiapan mahasiswa menghadirkan pelayanan kesehatan yang terorganisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sebelum agenda utama dilaksanakan.

Bryan menyampaikan bahwa bakti sosial bukan sekadar program kerja tahunan organisasi mahasiswa, tetapi menjadi ruang belajar nyata bagi calon tenaga kesehatan untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kami datang bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa semangat untuk hadir, mendengar, dan mengabdi. Menjadi mahasiswa kedokteran berarti belajar bahwa kesehatan tidak hanya dibangun di ruang kuliah atau rumah sakit, tetapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (27/6) yang diawali dengan seremoni pembukaan. Acara dibuka melalui sambutan Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Presiden BEM Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Bryan Mario Pairunan Palajuka, yang menegaskan bahwa seluruh rangkaian bakti sosial dirancang agar memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kepedulian sosial mahasiswa.

Kegiatan kemudian mendapat apresiasi dari Kepala Desa Manimbahoi, Drs. Kamaruddin, yang menyambut baik kehadiran sivitas akademika Universitas Bosowa di wilayahnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan dan edukasi yang diberikan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat pedesaan yang membutuhkan akses informasi maupun pelayanan kesehatan yang lebih dekat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bosowa yang telah memilih Desa Manimbahoi sebagai lokasi pengabdian. Kehadiran mahasiswa dan dosen menjadi energi positif bagi masyarakat karena tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat,” ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Parigi, Ridwan, S.Pd.I. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program pemberdayaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And., menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi mahasiswa kedokteran.

Menurutnya, seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin melahirkan dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan jiwa pengabdian. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar memahami bahwa pelayanan kesehatan dimulai dari kemampuan hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kesehatan,” jelasnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Parigi, Abdul Latif Has, S.E., yang mengapresiasi kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Usai pembukaan, rangkaian pelayanan kesehatan langsung dilaksanakan. Salah satu agenda utama ialah edukasi kesehatan bertajuk “Cegah Sejak Dini: Bahaya Rokok dan Narkoba bagi Kesehatan Keluarga” yang disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, dr. Moh. Akhtar Setia Ramadhan Eka Diningrat, S.Ked., M.Si., M.Kes.

Melalui pendekatan yang komunikatif, peserta diajak memahami berbagai dampak rokok dan narkoba terhadap kesehatan fisik, psikologis, ekonomi keluarga, hingga masa depan generasi muda. Materi tersebut sekaligus memperkuat pentingnya keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan zat adiktif sejak usia dini.

Selain edukasi kesehatan, masyarakat juga memperoleh berbagai layanan medis yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan Telinga Hidung Tenggorokan (THT), serta layanan sirkumsisi yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan, terutama dari para orang tua yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan keluarga sekaligus memperoleh konsultasi medis secara langsung.

Di sela kegiatan, panitia juga menggelar pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang aktif mengikuti seluruh rangkaian edukasi kesehatan. Setelah pelaksanaan pelayanan medis selesai, seluruh area kegiatan kembali disterilkan sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Rangkaian Bakti Sosial BEM Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa resmi ditutup pada Minggu (28/6) dengan kepulangan seluruh panitia dan relawan menuju Kampus Universitas Bosowa setelah menyelesaikan seluruh agenda pengabdian di Desa Manimbahoi.

Presiden BEM Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Bryan Mario Pairunan Palajuka, berharap kegiatan tersebut mampu meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya pengabdian di kalangan mahasiswa.

“Kami percaya bahwa pengabdian terbaik adalah yang meninggalkan dampak, bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Semoga kehadiran kami menjadi awal dari kolaborasi yang terus terjalin dan mampu menghadirkan masyarakat yang semakin sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya menjaga kualitas hidup,” tuturnya.

Melalui Bakti Sosial 2026 ini, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali menegaskan bahwa proses pendidikan dokter tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga melalui pengalaman nyata melayani masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pengabdian merupakan bagian penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional, humanis, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan Indonesia. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *