HARIANSULSEL.COM, Samata – Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Anregurutta Prof. Dr. H. Syahruddin Usman, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Character Building Training (CBT) XIII pada Jumat (10/7/2026) tepat pukul 14.00 WITA. Pembukaan yang berlangsung di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah tersebut menandai dimulainya proses pembinaan karakter bagi mahasiswa yang akan berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Juli 2026.
Kegiatan CBT XIII merupakan program rutin Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar yang dirancang untuk membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keislaman, menanamkan kedisiplinan, serta membangun budaya akademik yang berlandaskan akhlakul karimah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual dan moral.
Dalam sambutannya, Anregurutta Prof. Dr. H. Syahruddin Usman, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Ma’had Al-Jami’ah bukan sekadar tempat tinggal mahasiswa, tetapi menjadi ruang pembinaan yang akan menggembleng mereka agar tumbuh sebagai generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus akhlak yang mulia.
“Alhamdulillah, di tempat ini mahasiswa akan digodok untuk memiliki akhlak yang mulia. Ma’had Al-Jami’ah hadir bukan hanya untuk membangun kecerdasan berpikir, tetapi juga membentuk kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Prof menegaskan bahwa kecerdasan intelektual semata tidak akan memberikan manfaat yang sempurna apabila tidak dibarengi dengan akhlak yang baik. Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di perguruan tinggi.
“Tidak ada artinya cerdas intelektual tetapi tidak memiliki akhlak yang baik. Karena itu melalui kegiatan ini harapannya semoga mahasiswa memiliki ilmu dan akhlak yang baik,” tegasnya di hadapan para peserta CBT XIII.
Lebih lanjut, Anregurutta menjelaskan bahwa setiap manusia dianugerahi dua potensi dalam dirinya, yakni potensi kebaikan dan potensi keburukan. Kedua potensi tersebut akan berkembang sesuai dengan lingkungan, pendidikan, dan pembiasaan yang diterima seseorang.
Menurutnya, Ma’had Al-Jami’ah memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan mahasiswa agar mampu mengembangkan potensi kebaikan yang dimiliki. Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama CBT XIII dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter tersebut.
“Manusia memiliki dua potensi yakni potensi baik dan potensi jelek. Karena itu di sinilah akan digenjot, diarahkan, dan diingatkan agar mahasiswa mengembangkan potensi kebaikan itu,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan mengikuti Character Building Training tidak hanya diukur dari kehadiran peserta, tetapi juga dari kesungguhan mereka dalam mengikuti seluruh proses pembinaan yang telah disusun oleh panitia dan para pembina.
Pada kesempatan itu, Anregurutta mengajak seluruh peserta untuk menaati setiap aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan selama pelaksanaan CBT XIII. Kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seorang mahasiswa.
“Taatilah seluruh aturan-aturan yang ada selama kegiatan ini. Jadikan setiap proses sebagai pembelajaran untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” pesannya.
Suasana pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias sebagai langkah awal memasuki proses pembinaan karakter yang menjadi ciri khas Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar.
Melalui pelaksanaan CBT XIII, Ma’had Al-Jami’ah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan akhlakul karimah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal utama bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan di kampus, bermasyarakat, serta mengemban peran sebagai calon pemimpin umat dan bangsa pada masa mendatang. (and/hs)