HARIANSULSEL.COM, Maros – Korps PMII Putri Kopri Kab maros menggelar dialog perempuan dan Penandatanganan MOU Terkait komitmen KOPRI Bersama Dinas Pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak dalam hal Perlindungan perempuan anak di kabupaten Maros, Minggu (12/12)
Dalam sambutanya, Nasrah selalu (ketua panitia bahwa kegiatan Dialog keperempuanan memperingati Harlah Kopri tersebut merupakan upaya konkret yang dilakukan oleh Kopri dalam rangka mengadvokasi kekerasan yang saat ini marak di dilakukan, adapun tema yang di angkat adalah “peran KOPRI dalam mengawal isu keperempuanan dan perlindungan anak daerah”.
Ketua Kopro Kab Maros (Muliana) Menuturkan, Kopri adalah organisasi perempuan yg lahir pada 25 November 1967 yang sampai Hari ini berkiprah untuk negeri, kurang lebih sebagai madrasah bagi bangsa dan negara kita, lanjutnya menjelaskan,
Generasi hebat yang hebat hanya bisa lahir dari rahim perempuan yg hebat Tutupnya.
Sambutan Ketua Cabang PMII Maros Muh Haider Idris, kami mengapresiasi langkah Koprs PMII PC Maros, di tengah gemuruh kekerasan seksual saat ini. Kopri di Kab Maros itu sudah hadir pada tahun 2008 yang dimana kami aktif melakukan kaderisasi dan advokasi perempuan. kami juga berharap kerjasama antara KOPRI PC PMII Kab Maros bersama dinas Pemberdayaan dan Pendampingan Perempuan dan anak dapat berjalan secara efektif.
Ketua Muslimat Maros, Mardiah yang juga merupakan Kader PMII menuturkan pentingnya belajar dalam organisasi apalagi organisasi yang punya afiliasi dengan NU seperti PMII, dalam dialog yang dibawakan beliau memaparkan 3 kunci pendidikan yang harus di kembangkan untuk mendidik perempuan yaitu kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional.
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak yang diwakili oleh Nur Haeda, memberikan apresiasi sebesar besarnya atas terlaksananya kegiatan ini, lanjutnya beliau memaparkan peran Dinas Pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak di Kab Maros. (and/hariansulsel)
