HARIANSULSEL.COM, Makassar – Transformasi teknologi yang berkembang pesat menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATESI) Fakultas Teknik Universitas Bosowa melalui Seminar Nasional bertema “Era 4.0 dan 5.0: Disrupsi Teknologi dan Kesiapan Sumber Daya Manusia” sebagai rangkaian kegiatan menuju Creative Code 4.0. Seminar yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026 di Gedung Lestari Universitas Bosowa ini menghadirkan Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., Direktur Kemahasiswaan Universitas Bosowa, serta Assoc. Prof. Ir. Muhammad Faisal, S.Si., M.T., Ph.D., IPM sebagai narasumber. Kegiatan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mendalami tantangan dan peluang di era digital.
Ketua Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bosowa, Dr. Sahabuddin, S.Kom., M.Pd., M.T., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan inovatif. Menurutnya, seminar nasional menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi sekaligus mempertemukan mereka dengan perspektif akademisi dan praktisi.
“Era disrupsi menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang sangat besar. Mahasiswa Teknologi Informasi harus mampu menjadi problem solver yang adaptif terhadap perubahan, menguasai teknologi terkini, serta memiliki karakter yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Melalui seminar ini, kami ingin membangun pola pikir tersebut sejak dini,” ujar Sahabuddin.
Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Muh. Fadli Fausi Sahlan, S.Pd., M.Kom., yang mengapresiasi inisiatif HIMATESI dalam menghadirkan forum ilmiah bagi mahasiswa. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa terus belajar, berdiskusi, dan mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk aktif bertanya dan memperkaya wawasan dari para narasumber.
Pada sesi materi, Dr. Burhan mengulas pentingnya pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja akibat transformasi digital. Sementara itu, Assoc. Prof. Ir. Muhammad Faisal, S.Si., M.T., Ph.D., IPM membahas perkembangan teknologi pada era industri 4.0 menuju Society 5.0, termasuk peluang inovasi berbasis kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan teknologi digital yang semakin berperan dalam berbagai sektor kehidupan. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif menyampaikan pertanyaan dan gagasan.
Melalui Seminar Nasional menuju Creative Code 4.0, Universitas Bosowa terus memperkuat ekosistem akademik yang mendukung lahirnya talenta digital berdaya saing. Sinergi antara organisasi mahasiswa, program studi, dan fakultas diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga siap menjadi inovator yang berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (and/hs)