FIPS Unibos dan EYSA Language Center Jalin Kerja Sama Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Penguasaan bahasa Inggris kini tidak lagi sekadar menjadi keterampilan tambahan, tetapi telah menjadi kunci untuk membuka akses terhadap pendidikan, karier, hingga jejaring internasional. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa bersama EYSA Language Center menyelenggarakan seminar bertajuk “English is Your Passport to the World, One Language, Unlimited Opportunities” yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (15/7/2026) di Student Lounge Lantai 1 Gedung I Universitas Bosowa. Kegiatan ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi pengembangan kompetensi bahasa Inggris sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

Kegiatan menghadirkan Pebrianti Safitri, S.S., M.Ling. sebagai guest speaker dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika Universitas Bosowa. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi bahasa, pelatihan, pendampingan, hingga kegiatan akademik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era globalisasi.

Acara dibuka oleh Direktur Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Universitas Bosowa, Emil Salim Rasyidi, S.T., M.Sc., yang menegaskan bahwa penguatan kemitraan dengan lembaga profesional merupakan bagian dari strategi Universitas Bosowa dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga pendidikan.

“Kemampuan berbahasa Inggris hari ini bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kompetensi utama yang menentukan daya saing seseorang. Karena itu, Universitas Bosowa terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia profesional,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Dr. Andi Hamsiah, M.Pd., yang menyampaikan bahwa kerja sama dengan EYSA Language Center menjadi bagian dari upaya FIPS dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global.

Menurutnya, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris saat ini dituntut tidak hanya menguasai teori kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi internasional, berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan berbagai budaya dan tantangan dunia kerja.

“Bahasa Inggris adalah jembatan menuju berbagai peluang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kaya sehingga mampu menjadi lulusan yang percaya diri, profesional, dan siap bersaing di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bosowa, Dr. Restu Januarty Hamid, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penandatanganan MoU menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang akan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Ia mengatakan bahwa seminar, pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi komunikasi, hingga program pengabdian masyarakat akan menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang dibangun bersama EYSA Language Center.

“Kolaborasi ini kami rancang sebagai ruang belajar bersama. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan akademik di kelas, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, memperluas wawasan internasional, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja global,” jelasnya.

Sebagai narasumber utama, Pebrianti Safitri, S.S., M.Ling., mengajak peserta memandang bahasa Inggris sebagai investasi jangka panjang yang mampu membuka akses terhadap beasiswa, pendidikan tinggi, karier profesional, hingga jejaring internasional.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan mempelajari bahasa Inggris bukan ditentukan oleh bakat semata, melainkan oleh konsistensi dalam berlatih dan keberanian menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“English is not only a language to learn, but a bridge to connect with the world. Every new word you learn opens another opportunity waiting for you in the future,” tuturnya.

Turut memberikan penguatan terhadap ekosistem pembelajaran bahasa di Universitas Bosowa, Kepala Laboratorium Bahasa Universitas Bosowa, Achmad Fajar Muhammad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa laboratorium bahasa akan terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi komunikasi mahasiswa melalui berbagai program praktik dan pelatihan yang terintegrasi.

“Kami ingin Laboratorium Bahasa menjadi ruang yang hidup, tempat mahasiswa berlatih, bereksplorasi, dan meningkatkan kemampuan komunikasi secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan EYSA Language Center akan memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa untuk berkembang,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara EYSA Language Center dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun sinergi berkelanjutan di bidang pendidikan, pelatihan bahasa, pengembangan kompetensi, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIPS Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global. Kemitraan dengan EYSA Language Center diharapkan mampu memperluas kesempatan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi bahasa Inggris, meningkatkan daya saing lulusan, serta melahirkan generasi yang mampu menjadikan bahasa sebagai jembatan untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi di tingkat internasional. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *