Unibos Perkuat Jejaring Global, Kedubes Australia Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan dan Riset

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan semakin terbuka melalui kunjungan delegasi Kedutaan Australia Bidang Pendidikan dan Riset ke Universitas Bosowa pada Rabu, 25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat LPPM Lantai 5 Gedung II Unibos ini dihadiri oleh Kassia Hare selaku Konselor Pendidikan dan Riset, Kedutaan Australia, Isaac Bennet selaku Konsul, Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Fitri Apriliyani selaku Senior Policy Officer, Dept. of Education, Kedutaan Australia, serta jajaran pimpinan Universitas Bosowa yang dipimpin Wakil Rektor III Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Prof. Nasrullah menegaskan komitmen Universitas Bosowa untuk terus memperluas jejaring global sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang kuat dengan institusi internasional. “Kami percaya pendidikan berkualitas harus terhubung dengan dunia. Karena itu, Universitas Bosowa terbuka dan siap membangun kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat yang lebih luas. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal persahabatan dan kerja sama jangka panjang yang produktif antara Universitas Bosowa dan institusi pendidikan di Australia,” ujarnya.

Kassia Hare menyampaikan bahwa pemerintah Australia menempatkan Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur, sebagai wilayah prioritas dalam pengembangan kerja sama pendidikan tinggi. Ia menilai Makassar memiliki keunggulan di berbagai bidang sehingga berpotensi menjadi mitra strategis bagi universitas-universitas Australia. “Kami ingin mendorong lebih banyak perguruan tinggi Australia membangun kemitraan dengan kampus-kampus di Indonesia Timur. Universitas Bosowa memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama melalui program gelar ganda, pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, hingga pengembangan program pascasarjana bersama,” ungkapnya.

Isaac Bennet menambahkan bahwa penguatan hubungan pendidikan merupakan bagian penting dari strategi kerja sama Australia dan Indonesia. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam membangun kemitraan jangka panjang antara kedua negara. “Kami melihat Indonesia memiliki potensi luar biasa melalui generasi mudanya. Karena itu, kami sangat mendukung kolaborasi antara universitas di Australia dan Universitas Bosowa sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia Timur untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.

Dalam sesi diskusi yang difasilitasi Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Unibos, kedua belah pihak mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama konkret, meliputi program pertukaran mahasiswa dan dosen, riset dan publikasi bersama, beasiswa Australia Awards Scholarship, guest lecture dan visiting scholar, program dual degree maupun credit transfer, serta capacity building bagi dosen. Jajaran dekan dan direktur di lingkungan Unibos turut memaparkan berbagai bidang unggulan yang berpotensi dikembangkan bersama mitra perguruan tinggi di Australia.

Pertemuan ini semakin memperkuat langkah Universitas Bosowa dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi Australia. Melalui sinergi yang dibangun bersama Kedutaan Australia Bidang Pendidikan dan Riset, Unibos optimistis dapat menghadirkan kerja sama yang berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat global. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *