HARIANSULSEL.COM, Makassar – Universitas Bosowa menjadi salah satu perguruan tinggi yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pencairan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kamis (30/7/2026). Penandatanganan tersebut dipimpin Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., dan dihadiri Wakil Rektor III Unibos Prof. Dr. H. Nasrullah, S.T., M.T., IAI., Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Bustanul Abduh, S.E., beserta jajaran sebagai tahapan pencairan dana bagi proposal PKM yang telah lolos seleksi nasional.
Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendorong budaya riset, inovasi, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan gagasan kreatif di kalangan mahasiswa. Pada tahun anggaran 2026, pendanaan diberikan untuk berbagai skema, meliputi Riset Eksakta (RE), Riset Sosial Humaniora (RSH), Karsa Cipta (KC), Karya Inovatif (KI), Pengabdian kepada Masyarakat (PM), Penerapan IPTEK (PI), Kewirausahaan (K), dan Video Gagasan Konstruktif (VGK).
Dalam arahannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si. menegaskan bahwa pendanaan PKM bukan sekadar dukungan finansial, melainkan bentuk investasi pemerintah dalam membangun ekosistem inovasi di perguruan tinggi. “Kami berharap setiap perguruan tinggi mampu mengawal pelaksanaan PKM dengan baik sehingga menghasilkan karya yang berkualitas, berdampak, serta mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Wakil Rektor III Universitas Bosowa, Prof. Dr. H. Nasrullah, S.T., M.T., IAI., menyambut baik penandatanganan perjanjian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat budaya akademik dan kreativitas mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan PKM menjadi motivasi bagi mahasiswa Unibos untuk terus menghadirkan karya yang inovatif sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. “Program Kreativitas Mahasiswa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Kami optimistis mahasiswa Universitas Bosowa mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Keikutsertaan Universitas Bosowa dalam penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga mencerminkan kesiapan institusi dalam mendukung implementasi program PKM, mulai dari pembinaan proposal, pendampingan dosen, hingga pelaksanaan program di lapangan. Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan institusi diharapkan mampu meningkatkan kualitas luaran PKM berupa publikasi ilmiah, produk inovasi, maupun pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa Tahun Anggaran 2026, Universitas Bosowa terus mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan inovatif. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Unibos sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program kompetitif di tingkat nasional. (and/hs)