Wakil Sekretaris PWNU Sulsel Jadi Khatib Shalat Ied di Soppeng

0
682

HARIANSULSEL.COM, Soppeng – Bupati Soppeng A Kaswadi Razak bersama keluarga melaksanakan Shalat Idul Fitri dilapangan Gasis Watansoppeng, Rabu (5/6/2019).

Sambutan Bupati Soppeng mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Soppeng beserta segenap keluarga, ingin menyampaikan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah, Taqabbalallahu Minna Waminkum Taqabbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Ma’af Lahir Dan Batin”.

Adapun yang bertindak selaku Khatib Dr A Marjuni akademisi UIN Alauddin Makassar yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, dan Imam Shalat Ied M Taslim Basri, Lc.

Tampak hadir Ketua DPRD Soppeng, Dandim 1423, Kapolres, Sekertaris Daerah, Kakan Kemenag, Jajaran Pemkab, Ketua Tim Penggerak PKK, serta ribuan masyarakat Soppeng.

Bupati Soppeng H A Kaswadi Razak, Akademisi UIN Alauddin Makassar Dr A Marjuni selaku Khatib Shalat Ied Fitri 1440 H, Imam Shalat Ied Fitri M Taslim Basri, Lc bersama ribuan warga Soppeng memadati Lapangan Gasis Watansoppeng

Adapun judul khutbahnya adalah Esensi Idul Fitri di Tengah Perubahan Sosial Keagamaan Menuju Masyarakat Sejahtera, Maju dan Mandiri.

Beliau mengungkapkan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan yang pada hari ini kita akhiri dan kita sempurnakan dengan bersama-sama melaksanakan shalat idul fitri.

Bulan Ramadan setidaknya membawa perubahan pada diri manusia, Pertama yaitu Membina ketaqwaan Kepada Allah, bukankah selama Bulan Ramadhan kita telah berusaha berkomunikasi dan berkonsentrasi penuh dengan Allah ?. Disiang hari kita menjalankan ibadah puasa dengan menahan diri dari berbagai godaan, seperti makan, minum, mencuri, berzina, berjudi, dan lain-lain.

Demikian bulan ramadhan melatih membendung gejolak hawa nafsu yang selalu memotifasi untuk melakukan sikap dan tindakan yang negatif seperti mementingkan diri sendiri, enggan berbagi rasa dengan sesama, menginjak-injak hak asai manusia, menutup-nutupi kebenaran, menonjolkan dan mendukung kebatilan, menempuh cara-cara kasar dan sadis dalam mencapai tujuannya serta berbagai bentuk aktivitas pelanggaran dan kemaksiatan lainnya.

Bupati Soppeng H A Kaswadi Razak bersama ribuan warga Soppeng memadati Lapangan Gasis Watansoppeng

Ketiga, makna id yaitu membangun Kepedulian Sosial untuk mewujudkan dan meningkatkan kepedulian social, diperlukan kekuatan batin manusia untuk mencegah dan menahan kecenderugan yang serba melampaui batas.

Disinilah hikmah Shaum atau puasa yang dilaksanakan oleh orang-orang yang beriman untuk mampu mengendalikan dan meredam kecenderungan kepada perbuatan yang melampaui batas sehigga menghambat, menggangu bahkan mengancam pemerataan, kesejahteraan kehidupan bangsa.

Justru dengan ibadah puasa itu orang-orang yang beriman lebih memiliki kepedulian sosial dan rasa kebersamaan dan tumbuh berkembangnya rasa senasib sepenangungaan, seaib semalu, dan sedingin setawar dalam menghayati kehidupan berbangsa dan bernegara. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here