Bekali Remaja dengan Pengetahuan Kesehatan, HIMAKAHA FK Unhas Bentuk Dokter Cilik dan Duta Anti Anemia

HARIANSULSEL.COM, Takalar – Upaya membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja terus dilakukan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui kegiatan Pelatihan Dokter Cilik dan Duta Anti Anemia di MTs Bontomarannu, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari Program OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability sebagai Strategi Desa Sehat dalam Pengendalian Faktor Risiko Stunting di Desa Popo).

Sebanyak delapan siswa dari perwakilan setiap kelas dipilih untuk menjadi Dokter Cilik. Mereka mendapatkan pembekalan khusus agar mampu menjadi contoh sekaligus penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Selain Dokter Cilik, para siswa juga diperkenalkan dengan peran Duta Anti Anemia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya mencegah anemia sejak dini.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas mengajak siswa berdiskusi dan mengikuti berbagai aktivitas praktik yang berkaitan dengan kesehatan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang, pencegahan anemia, pertolongan pertama sederhana, serta cara menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya.

Kegiatan dibuat lebih interaktif agar siswa tidak sekadar memahami materi, tetapi juga berani menyampaikan kembali informasi yang mereka dapatkan. Dengan pendekatan tersebut, delapan Dokter Cilik yang terpilih diharapkan dapat menjadi penghubung antara edukasi kesehatan yang diberikan tim dengan teman-teman mereka di sekolah.

Pembentukan Duta Anti Anemia juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Para siswa diberikan pemahaman mengenai anemia, faktor yang dapat meningkatkan risikonya, pentingnya memenuhi kebutuhan zat gizi, serta kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan sejak remaja. Edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa pencegahan anemia perlu dimulai sebelum memasuki usia dewasa dan masa reproduksi.

Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas menjadikan sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk membangun kebiasaan sehat secara berkelanjutan. Kehadiran Dokter Cilik dan Duta Anti Anemia diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus menjalankan perannya dalam mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya keberlanjutan Program OCEANS, yang tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan saat mahasiswa berada di Desa Popo, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang mampu melanjutkan praktik-praktik kesehatan secara mandiri.

Melalui pelatihan ini, delapan Dokter Cilik dan Duta Anti Anemia diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan membawa pesan sederhana tentang hidup sehat, gizi, dan pencegahan anemia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya HIMAKAHA FK Unhas bersama masyarakat untuk membangun generasi Desa Popo yang lebih sehat sekaligus memperkuat pengendalian faktor risiko stunting melalui Program OCEANS. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *