HARIANSULSEL.COM, Makassar – Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa, Dr. Masni, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu perwakilan akademisi yang berpartisipasi dalam Annual Civic Education Conference (7th ACEC International Conference) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 29–31 Juli 2026. Forum internasional tersebut mengangkat tema “Advancing Sustainable Development and Human Rights through Civic Education: Local Wisdom, Global Commitments, and Pancasila Values” sebagai respons terhadap tantangan global dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan penguatan hak asasi manusia melalui pendidikan kewarganegaraan.
Konferensi ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berdiskusi mengenai peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk warga negara yang berkompeten, beretika, dan bertanggung jawab secara sosial. Selama tiga hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan meliputi visiting lecture, konferensi internasional, AP3KnI Meeting, Forum PPKn Indonesia, parallel session dan paper presentation, kompetisi mahasiswa internasional, gala dinner, hingga cultural city tour sebagai ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring akademik lintas negara.
Keikutsertaan Dr. Masni dalam forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi Universitas Bosowa dalam memperluas kolaborasi akademik di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan perspektif pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Partisipasi ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama riset, publikasi ilmiah, serta inovasi pembelajaran yang relevan dengan dinamika global.
Dr. Masni menyampaikan bahwa konferensi internasional ini menjadi wadah strategis untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus memperkuat posisi pendidikan kewarganegaraan Indonesia dalam menjawab isu-isu global. “Forum ini memberikan ruang untuk bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai negara mengenai bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan perlindungan hak asasi manusia. Nilai-nilai Pancasila yang kita miliki juga menjadi kekuatan yang relevan untuk ditawarkan dalam konteks global,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti ACEC 2026 akan menjadi bekal penting dalam pengembangan kurikulum, penelitian, serta proses pembelajaran di Program Studi PPKn Universitas Bosowa. Ia berharap kolaborasi yang terjalin melalui konferensi tersebut dapat menghasilkan inovasi akademik yang berdampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun pengembangan keilmuan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia.
Partisipasi dosen Universitas Bosowa pada forum internasional ini sekaligus mempertegas eksistensi Unibos sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik global. Melalui keterlibatan dosen dalam konferensi bereputasi internasional, Universitas Bosowa terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memperkuat budaya riset, serta menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan masyarakat dunia. (and/hs)