Dukung Pasangkayu Bebas Malaria, Unhas Gelar FGD dan Lokakarya

0
75

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kedokteran kerja sama dengan UNICEF (United Nations Emergency Children’s Fund) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan pendampingan persiapan sertifikasi eliminasi malaria melalui penyelenggaran Focus Group Discussion (FGD dan Lokakarya.

Kegiatan ini berlangsung di dua desa yakni Desa Wulai, Kecamata Bambalamotu dan Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu sejak Selasa (25/02) sampai Rabu (26/02).

Kegiatan dilaksanakan pada dua desa tersebut mengingat pada tahun 2017 ditemukan kasus terakhir penularan setempat di Kabupaten Pasangkayu. Walaupun dalam dua tahun terakhir kasus tidak lagi ditemukan, namun kewaspadaan terhadap malaria perlu ditingkatkan mengingat Kabupaten Pasangkayu meruapakan satu-satunya daerah yang belum memperoleh sertifikat bebas malaria.

Dalam kegiatan tersebut, aparat desa secara bersama-sama memiliki komitmen mencegah terjadinya penularan lokal dengan memaksimalkan surveilans malaria migrasi berbasis masyarakat. Olehnya itu, masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam melaporkan dan mengedukasi pendatang dari daerah endemik atau pelintas batas untuk memeriksakan diri pada petugas kesehatan.

Secara umum, kejadian malaria di kabupaten Pasangkayu sudah sangat jauh menurun dibandingkan tahun 1990 atau awal tahun 2000 an, dimana saat itu masih bisa ditemukan ribuan kasus malaria.

Sebagai bentuk tindaklanjut FGD tersebut, aparat pemerintah Kabupaten Pasangkayu kemudian mengadakan pertemuan kembali untuk membahas beberapa agenda penting, kegiatan ini sendiri berlangsung di Hotel Trisakti Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (27/02).

Dalam pertemuan disepakati untuk menguatkan kordinasi dan kerja lintas sektoral untuk menyukseskan Kabupaten Pasangkayu Eliminasi Malaria 2020. Pada pertemuan ini diputuskan beberapa hal yang akan ditindaklanjuti yakni adanya regulasi mengenai surveilans migrasi di tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa, serta menguatkan surveilans malaria 1-2-5 itu sendiri.

Kedepan, tahapan sertifikasi eliminasi malaria di Kabupaten Pasangkayu akan dimulai dengan penilaian awal yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehetan Provinsi yang dijadwalkan berlangsung bulan April mendatang. (and/hariansulsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here