Tim Survei KKN UIN Alauddin Angk. 79 Petakan Potensi Tombolo Pao

HARIANSULSEL.COM, Gowa – Selama dua hari, yakni pada 30–31 Juli 2026, Tim Survei Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar yang terdiri atas Dr. Saeful dan Zaenuddin Endy melaksanakan survei lapangan di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi, kebutuhan, serta program unggulan setiap desa dan kelurahan sebagai dasar penyusunan program kerja mahasiswa KKN agar selaras dengan arah pembangunan daerah.

Kecamatan Tombolo Pao merupakan salah satu wilayah pegunungan di Kabupaten Gowa yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian hortikultura, perkebunan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Secara umum, pemerintah kecamatan memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian hortikultura, perbaikan infrastruktur jalan, pengembangan desa wisata, serta peningkatan pelayanan publik hingga menjangkau wilayah pegunungan.

Di Kelurahan Tamaona sebagai ibu kota Kecamatan Tombolo Pao, fokus pembangunan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, peningkatan infrastruktur pertanian, serta sinergi pengentasan kemiskinan ekstrem. Posisi Tamaona sebagai pusat pemerintahan diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan bagi seluruh wilayah kecamatan.

Sementara itu, Desa Tonasa menonjolkan program pengembangan pertanian hortikultura dataran tinggi, budidaya dan pembibitan alpukat unggul, khususnya Alpukat Kalibening, serta keberhasilannya dalam pengelolaan Kampung KB dan Rumah Dataku yang berhasil meraih Juara I Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Di Desa Mamampang, pemerintah desa mengembangkan sektor pertanian hortikultura dan perkebunan, termasuk komoditas cengkih. Selain itu, desa ini juga mendorong pengembangan desa wisata berbasis agroindustri, digitalisasi pemasaran hasil pertanian melalui e-commerce, serta peningkatan infrastruktur dasar dan layanan kesehatan masyarakat.

Berbeda dengan desa lainnya, Desa Pao menjadikan desa wisata, agroforestri, konservasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian tradisi budaya sebagai kekuatan utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Adapun Desa Tabbinjai memusatkan perhatian pada kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pertanian hortikultura, perkebunan, peternakan, serta pengembangan Kampung KB sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di Desa Balassuka, pembangunan diarahkan pada penguatan sektor pertanian, peningkatan infrastruktur penunjang ekonomi, pemberdayaan UMKM dan PKK melalui pengolahan hasil bumi seperti manisan tomat, serta pemeliharaan jaringan irigasi secara swadaya.

Sementara itu, Desa Erelembang mengembangkan pertanian dan perkebunan kopi berbasis pemberdayaan kelompok tani, sekaligus merintis desa wisata dan agroedu-wisata sebagai alternatif peningkatan pendapatan masyarakat.

Sebagai salah satu sentra sayuran terbesar di Sulawesi Selatan, Desa Kanreapia memiliki program unggulan berupa pertanian hortikultura berkelanjutan, peningkatan literasi masyarakat melalui Rumah Koran, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di Desa Bolaromang, pembangunan difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan agroforestri, pemberdayaan peternakan modern, serta pelayanan masyarakat melalui penguatan Kampung KB yang aktif dalam penanganan gizi dan kesehatan keluarga.

Selain melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, tim survei juga mengunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tombolo Pao. KUA memiliki program unggulan berupa pelayanan keagamaan serta pembinaan masyarakat yang berbasis regulasi dan sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat.

Dr. Saeful menyampaikan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja mahasiswa KKN agar mampu memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis potensi lokal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Zaenuddin Endy menambahkan bahwa setiap desa di Kecamatan Tombolo Pao memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa KKN diharapkan mampu merancang program yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sehingga kehadiran KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Tombolo Pao. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *