HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pelantikan Lembaga Kesenian Mahasiswa (LKM) Universitas Bosowa Periode 2026–2027 menjadi awal estafet kepengurusan baru yang berkomitmen memperkuat ekosistem seni di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Lantai 4 Gedung I Unibos pada Jumat (17/7/2026) tersebut dilanjutkan dengan Rapat Kerja di Tanjung Bayang, Makassar, sebagai forum penyusunan arah gerak organisasi selama satu periode ke depan. Kegiatan ini dihadiri pembina LKM, dewan senior, tamu undangan, pekerja seni kampus, serta seluruh pengurus dan anggota LKM Periode 2026–2027.
Ketua LKM Universitas Bosowa Periode 2026–2027, Muhammad Alif Manoppo, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan titik awal untuk mewujudkan berbagai gagasan melalui program kerja yang berdampak. Menurutnya, rapat kerja menjadi momentum penting dalam merancang langkah strategis organisasi agar tetap menjadi ruang belajar, berkarya, dan bertumbuh bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni. “Pelantikan merupakan awal dari sebuah amanah, sedangkan rapat kerja menjadi titik di mana mimpi mulai dituliskan menjadi langkah-langkah nyata. Tujuan kami bukan sekadar menyusun program kerja, tetapi merancang perjalanan LKM agar tetap hidup sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang bertumbuh bagi mahasiswa yang berorientasi pada kesenian,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru, LKM Universitas Bosowa menargetkan penguatan pembinaan pada setiap bidang seni, memperluas kolaborasi lintas organisasi, serta menghadirkan lebih banyak kegiatan yang dekat dengan sivitas akademika. Selain itu, organisasi juga berkomitmen membangun jejaring dengan komunitas seni di luar kampus sebagai upaya memperluas ruang ekspresi dan meningkatkan kualitas karya mahasiswa. “Kami ingin mendorong lebih banyak karya lahir dari LKM dan tampil di panggung-panggung regional maupun nasional, karena kami percaya setiap karya yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh akan menemukan penontonnya,” tutur Alif.
Sebagai ketua terpilih, Alif mengaku amanah yang diembannya bukan sekadar tentang memimpin organisasi, tetapi memastikan seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi seni yang solid dan berkelanjutan. “Amanah ini bukan tentang menjadi orang yang paling depan, tetapi memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal di belakang. Saya ingin berjalan bersama seluruh pengurus dan anggota, saling menguatkan, saling belajar, dan saling percaya untuk membawa LKM menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap LKM Universitas Bosowa dapat menjadi rumah bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi seni sekaligus membangun kepedulian terhadap budaya, lingkungan, dan masyarakat. Baginya, karya seni bukan hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana memperkenalkan identitas kampus melalui prestasi dan kontribusi nyata. “Kami ingin LKM menjadi rumah yang selalu menjadi cahaya bagi siapa pun yang ingin berkesenian. Setiap karya yang lahir tidak berhenti sebagai pertunjukan, melainkan menjadi jejak yang memberi makna, menjaga budaya tetap hidup, dan membawa nama Universitas Bosowa semakin dikenal melalui prestasi,” katanya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Bosowa dalam mendukung pengembangan organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, LKM Universitas Bosowa diharapkan terus melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu mengharumkan nama almamater di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat budaya berkesenian di lingkungan kampus. (and/hs)