Mawardi, Berawal dari Pengupas Bawang Demi Penuhi Kebutuhan Kuliah

0
49

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Menjalani dua hal sekaligus bukanlah hal yang mudah, seperti kuliah sambil kerja yang sedang dijalani oleh mahasiswa Politeknik Bosowa (Polibos) Mawardi Program Studi Teknik Listrik.

Mawardi bercerita, kuliah sambil bekerja bukanlah keputusan yang gampang, begitu banyak kondisi yang membuatnya sebagai penuntut ilmu ini rela terenggut waktu belajarnya demi mengais rupiah.

“Awal mula perjalanan cukup sulit yah, saya merantau ke Makassar sebatang kara dengan niat kuliah sambil kerja, saya juga mengenal kampus Polibos melalui guru pembimbing SMK, selama perjalanan beliaulah yang membantu mulai dari tiket kapal, tempat tinggal hingga pengurusan kuliah,” ujarnya Senin (13/9/21).

Pria kelahiran Desa Pidang 16 Juni 1997 ini tinggal di salah satu rumah kos di Jalan Kapasa Raya dengan tarif per bulan sebesar Rp 220 ribu.

“Saya dulu sempat numpang di rumah salah satu dosen Polibos selama beberapa hari dan akhirnya dapat kos dengan harga paling murah walaupun dengan kondisi rumah kayu,”tambahnya.

Tak hanya itu saja, demi membiayai hidupnya setiap Sabtu pagi Mawardi bekerja di Pasar Daya sebagai pengupas bawang dengan upah seminggu sebesar Rp 50 ribu, hal inilah yang menjadikan dirinya memutuskan berkuliah sambil bekerja.

Hingga kegigihannya tesebut di apresiasi oleh pihak Bosowa dengan menggandeng Mawardi, bekerja di salah satu tempat wisata Pantai Indah Bosowa mulai pukul 06.00 Wita–20.45 Wita.

“ Jadi sebelum saya masuk kerja di Pantai Indah Bosowa, saya dahulu bekerja bersama salah satu dosen Polibos sebagai pengelas dan Alhamdulillah dengan upah tersebut saya bisa membiayai kuliah,” tuturnya.

Meskipun banyak kerikil selama menjalani peran sebagai mahasiswa dan karyawan, saat sedang dalam load pekerjaan yang banyak, dengan sisa energi yang ada ia harus memusatkan pikiran ke dalam tugas akhir.

Baginya kuliah sambil bekerja adalah cara untuk tetap produktif selain untuk bisa mendapat uang, tak heran dengan waktunya yang padat ia sering merasa lelah setelah seharian menjalani aktivitas.

” Saya harus produktif bekerja untuk bisa membiayai kuliah sendiri setidaknya bisa meringankan beban orang tua, walaupun harus tertatih saya juga juga tetap mengerjakan tugas kuliah demi mimpi menjadi seorang sarjana,” ungkapnya.

Tidak terasa, hingga sekarang Mawardi sudah menginjak semester 6 yang dimana ini adalah akhir perjalanan yang sudah ia lewati dari hasil kerja kerasnya.

Mawardi pun selalu bangga dengan dirinya walaupun ia sangat sulit membagi waktu dan sering merasa lelah , tetapi nilai IPK yang dia dapatkan merupakan sebuah pencapaian yang cukup memuaskan bagi dirinya.

Dengan begitu, Mawardi semakin semangat untuk menjalankan 2 kesibukan sekaligus yaitu berkuliah sambil bekerja. (and/hariansulsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here