Menag RI Lukman Hakim: Agama dan Bangsa Bagaikan Dua Sisi Mata Koin

0
86

HARIAN SULSEL.COM, Makassar – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin menjadi pembicara kunci dalam dialog keagamaan dan kebangsaan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (20/2/2019).

Dialog bertajuk ‘Mengarusutamaan Islam Wasathiyah Menyikapi Bahaya Hoax dan Fitnah bagi kehidupan dan kebangsaan’ ini, Lukman Hakim banyak berbicara posisi agama dan bangsa dalam kehidupan sosial.

“Pengarusutamaan Islam Wasathiyah sebagai benteng menabggulangi Hoax. Membicarakan relasi hubungan kebangsaan dan keagamaan dalam konteks Indonesia adalah seperti kita melihat sepetik uang logam yang memiliki dua sisi,” ungkap Luqman Hakim.

Lukman Hakim menjabarkan, agama dan bangsa tidak boleh dipisahkan dalam konteks bermasyarakat. Menurut Eks aktivisi PMII ini, agama menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

“Islam dan kebangsaan adalah dua hal yang berbeda, antara keduanya berbeda, tapi tidak bisa dipisahkan, Islam sebagai ajaran memmerlukan tempat dimana nilai nilai itu terwujud dalam kehidupan,” ungkap Lukman Hakim.

Sehingga Lukman Hakim menyebutkan, tinggal bagaimana tugas pemerintah untuk menterjemahkan agama dalam konteks kebijakan nasional sebagai produk hukum.

Salah satu contohnya kata Lukman Hakim yakni konsep ketauhidan yang dideskripsikan secara gamblang dalam Pancasila sila pertama ‘Ketuhanan yang maha esa’.

“Indonesia memiliki nilai agama yang terbesar, ini terkenal di berbagai penjuru dunia. Dan di Indonesia agama sangat dihormati dalam konstitusi. Tinggal bagaimana kita melihatnya dalam konstitusi agar lebih operasional,” beber Lukman Hakim. (rls/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here