Opini: Ilmu Paham dan Gagal Paham

0
333

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah paham. Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati.

Tingkat ke dua terbawah adalah kurang paham. Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham, dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul2 pemahaman yang benar!

Naik setingkat lagi adalah mereka yang salah paham. Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih.

Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu.

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah gagal paham. Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan. Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain.

Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja, bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan ?

Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri. Parahnya lagi, dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham.

Kenapa paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ? Apakah tidak terbalik ?

Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah. Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa.

ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi. Dia seperti balon gas yang berada di atas awan. Dia terbang tinggi dan memandang rendah ke-ilmuan lain yang tak sepaham dengannya,

Tapi masalahnya, dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin. Akhirnya dia terbawa ke mana-mana sampai terlupa jalan pulang, dia tersesat dan pada akhirnya dia akan mengakui ke-gagal pahamannya. Wassalam

Penulis: Mahmud Suyuti – Dewan Penasehat GP. Ansor NU Sulsel dan Komisioner BAZNAS Sulsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here