HARIANSULSEL.COM, Makassar – Klasterisasi Perguruan Tinggi bertujuan untuk menilai sejauh mana kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan, untuk itu Universitas Bosowa (Unibos) terus menggelar sosialisakan dan evaluasi klasterisasi Perguruan Tinggi di tingkat Pogram Studi (Prodi) dalam rangka meningkatkan klasterisasi Unibos, Senin (09/06/2021).
Sosialisasi dan evaluasi digelar di setiap Prodi di Unibos, dilakukan oleh Ketua Klasterisasi Unibos yang juga sebagai Sekretaris Unibos, Dr. Ir. Hadija Mahyuddin, M.Si bersama tim klasterisasi Unibos.
Sekretaris Unibos menjelaskan, Klasterisasi Perguruan Tinggi dapat memetakan Perguruan Tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, oleh karena itu sosialisasi ini harus dilakukan karena semua akan turut andil dalam penilaian kalsterisasi, sehingga peningkatan kualitas pendidikan di Unibos dapat tercapai.
“Klasterisasi dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum, mengenai performa Perguruan Tinggi di Indonesia berdasarkan indikator Input 20 persen, Process 25 persen, Output 25 persen, dan Outcome 30 persen,” jelas Sekretaris Unibos.
Dia menambahkan, dalam sosialisasinya dia menjelaskan tentang indikator yang memiliki poin tinggi dalam penilaian klasterisasi, seperti kinerja penelitian, jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja inovasi, kinerja pengabdian kepada masyarakat, jumlah sitasi per dosen dan yang lainnya yang dianggap perlu ditingkatkan.
“Kami juga mengevaluasi baik dari sisi Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, Pembelajaran, dan Kemahasiswaan. Bulan Juli semua data harus rampung, semoga hasilnya bisa memuaskan dan kami juga akan terus meningkatkan kinerja, karena sangat mempengaruhi klasterisasi di tahun depan” tambahnya. (and/hariansulsel)
