HARIANSULSEL.COM, Makassar – Mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan membutuhkan sistem yang kuat, koordinasi yang solid, serta komitmen seluruh unsur kampus. Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Bosowa menggelar Rapat Koordinasi pada Rabu (22/7/2026) di Ruang Lounge Gedung I Lantai 1 Universitas Bosowa.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pemahaman seluruh anggota Satgas terkait pembagian tugas (job desk), penyusunan program kerja, mekanisme koordinasi, serta berbagai langkah yang akan menjadi prioritas Satgas PPKPT dalam menjalankan mandatnya di lingkungan Universitas Bosowa.
Kegiatan dibuka dan dipimpin langsung oleh Direktur Direktorat Etik dan Hukum Universitas Bosowa, Dr. Asti Dwiyanti, S.H., M.H., serta dihadiri oleh Ketua Satgas PPKPT Universitas Bosowa, Dr. Rosnani, S.IP., M.A., Sekretaris Satgas PPKPT, Leo Justicia Aidin Begenda, S.H., Muh. Reizaldy EkaPutra RM, S.H. dari Direktorat Etik dan Hukum Universitas Bosowa, serta seluruh anggota Satgas PPKPT.
Dalam arahannya, Dr. Asti Dwiyanti, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberadaan Satgas PPKPT merupakan bagian penting dari komitmen Universitas Bosowa dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak setiap warga kampus.
Menurutnya, keberhasilan Satgas tidak hanya diukur dari kemampuannya menangani suatu kasus, tetapi juga dari upaya preventif yang mampu membangun budaya kampus yang aman dan saling menghormati.
“Satgas PPKPT memiliki tanggung jawab yang sangat strategis. Kita tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga harus mampu membangun sistem pencegahan yang kuat melalui edukasi, sosialisasi, pendampingan, dan penguatan budaya saling menghargai di lingkungan Universitas Bosowa. Karena itu, koordinasi yang solid menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antaranggota Satgas agar setiap program dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Satgas PPKPT Universitas Bosowa, Dr. Rosnani, S.IP., M.A., menyampaikan pengarahan mengenai arah kebijakan, prioritas program kerja, serta mekanisme pelaksanaan tugas Satgas ke depan. Menurutnya, Satgas PPKPT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penanganan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan.
“Pencegahan merupakan langkah paling utama. Karena itu, Satgas harus hadir melalui berbagai program edukasi, penguatan literasi, serta membangun keberanian seluruh warga kampus untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Kepercayaan sivitas akademika menjadi modal utama agar Satgas dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap anggota Satgas memiliki peran yang saling melengkapi sehingga koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada seluruh warga kampus.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Berbagai masukan disampaikan oleh anggota Satgas mengenai pembagian tugas, mekanisme pelaporan, strategi sosialisasi, hingga penguatan kolaborasi lintas unit dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program kerja.
Sekretaris Satgas PPKPT Universitas Bosowa, Leo Justicia Aidin Begenda, S.H., menilai bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan persepsi di antara seluruh anggota Satgas sebelum menjalankan berbagai program yang telah dirancang.
“Koordinasi menjadi langkah awal untuk memastikan setiap anggota memahami peran, tanggung jawab, serta mekanisme kerja Satgas. Dengan sistem yang tertata dan komunikasi yang baik, kami optimistis Satgas PPKPT dapat memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Muh. Reizaldy EkaPutra RM, S.H. dari Direktorat Etik dan Hukum Universitas Bosowa menegaskan bahwa aspek etik dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas Satgas.
Menurutnya, seluruh proses pencegahan maupun penanganan harus dilakukan secara objektif, berkeadilan, serta tetap mengedepankan prinsip perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
“Setiap langkah Satgas harus dilaksanakan secara profesional dengan berpedoman pada regulasi yang berlaku, menjunjung tinggi kerahasiaan, serta mengedepankan keadilan bagi seluruh pihak. Dengan demikian, kehadiran Satgas benar-benar menjadi ruang perlindungan yang memberikan rasa aman bagi seluruh warga Universitas Bosowa,” tuturnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan koordinasi yang semakin solid, pembagian tugas yang jelas, serta program kerja yang terarah, Satgas PPKPT diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kampus yang aman, inklusif, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas. (and/hs)