KH Abdul Manan Ghani: Masjid Itu Tempat Sujud, Bukan Memprovokasi

0
136

HARIANSULSEL.COM, Ternate – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr KH Abdul Manan Ghani menghadiri Halaqah Kebangsaan bertema Peran imam masjid dalam pemahaman wawasan kebangsaan Indonesia yang diadakan PWNU Maluku Utara, PCNU Kota Ternate dan GP Ansor Ternate, Rabu (27/11) bertempat di Masjid IAIN Ternate, Maluku Utara.

Tampak hadir Kapolres kota Ternate AKBP Azhari Juanda, Ketua NU Ternate Adnan Mahmud, Ketua GP Ansor Ternate Rahdi Anwar, segenap pengurus LP Ma’arif, Muslimat NU Ternate, santri Al Jamiah Ma’had IAIN Ternate, Fatayat NU Ternate, dan PMII Ternate.

Dalam sambutannya, dihadapan kader Ansor dan santri Ma’had IAIN Ternate Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda mengungkapkan peran NU dan segenap Badan otonom menjaga NKRI dari gerakan radikalisme.

“Bangsa ini sangat bergantung besar pada NU, GP Ansor untuk menjaga gerakan-gerakan radikalisme khususnya di Ternate, tak lupa saya mengajak seluruh kader Ansor, santri untuk memerangi radikalisme dan terorisme.” Ungkapnya.

Kemudian dalam tausiahnya KH Abdul Manan mengungkapkan, “Ada dua tempat yang diperintahkan oleh Allah SWT yakni memakmurkan masjid dan bumi, olehnya kader NU harus mengambil peran.”

Masjid itu tempat sujud, mendekatkan diri kepada Allah, sehingga orang yang pulang dari masjid itu menjadi tenang, menyejukkan, bukan sebaliknya yakni tempat untuk saling mengadu domba, memprovokasi, sehingga membuat jamaah marah, terprovokasi dan lain-lain.

Sehingga membangun peradaban itu harus dimulai dari masjid, sebagaimana Nabi Muhammad SAW membangun Masjid Nabawi dan merubah kota Yatsrib dengan nama Madinah yang berarti peradaban. Ujarnya.

Disisi lain para Walisongo ketika menyebarkan Islam di Nusantara menamakan masjidnya dengan menyesuaikan lokalitas daerah tersebut, misalnya mushallah, langgar, surau dan lain sebagainya, hal ini memberikan pemahaman bagi kita semua bahwasanya para Ulama Nusantara dalam menyebar Islam selalu membumi dan tidak meninggalkan tradisi masyarakat setempat.

Kemudian ada tiga pondasi yang membuat kokoh bangunan Indonesia sampai hari ini yakni pertama, ukhuwah Islamiyyah membangun persaudaraan sesama muslim, tanpa harus saling menyalahkan, kedua, ukhuwah Wathaniyah membangun persaudaraan sesama bangsa dan tanah air, ketiga ukhuwah insyaniah, persaudaraan sesama manusia, tanpa harus melihat latar belakang Agama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here