HARIANSULSEL.COM, Makassar – Partisipasi pemilih merupakan alat ukur yg paling dekat dan logis menilai sukses tidak sebuah hajatan pemilu dan pemilihan.
Setidaknya itulah yg memotivasi KPU Kota Makassar menggelar Diskusi Terfokus untuk Peningkatan pertisipasi pemilih bersama Ormas dan OKP Kepemudaan di aula KPU Makassar hari ini Kamis, 7 Desember 2017.
Peserta yang hadir adalah pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiah, Gerakan Muda Indonesia Tionghoa, Fatayat NU, GP Ansor Makassar, Himpunan Mahasiswa Makassar, Gerakan Difabel untuk Kesetaraan, Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD), dan PMII.
Diskusi ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepakatan (mou) antara KPU Kota Mks dengan OKP. Ini menjadi sangat strategis di tengah kesibukan KPU menjalani tahapan pilkada serentak dgn SDM dan waktu yg terbatas, tentu melibatkan kelompok masyarakat akan sangat membantu.
Disamping itu pelibatan masyarakat juga menjadi penting karena filosofi pilkada dan pemilu itu sebagai pesta tentu akan menjadi pesta yg sesungguhnya jika masyarakat tidak hanya terlibat pada hari ‘H’ 27 Juni 2018 tetapi juga sudah terlibat secara aktif dalam proses tahapan Pemilihan.
KPU Makassar memiliki obsesi menjadikan masyarakat Warga Makassar sebagai Rekawan Demokrasi Pemilihan. Tentu ini tugas berat tetapi dgn banyak melibatkan ormas/okp dan tokoh pemuda masyarakat insya Allah akan bukan tidak mungkin akan ada gerakan-gerakan #Kawal Pilwali, #kawal demokrasi dan lainnya. Karena selama ini yg menonjol itu hanya gerakan calon, tim sukses dan KPU sendiri sebagai penyelenggara.
Belum terwujud secara masif gerakan masyarakat yg tidak berafiliasi kekepentingan calon dan partai tertentu tetapi sebuah gerakan kesadaran membangkitkan gairah masyarakat untuk mengawal tahapan pemilihan walikota dan pentingnya berpartisipasi di TPS. Inilah titik yg diperjuangkan KPU Kota Makassar. (*)