Anwar Abubakar: Kaum Thariqah harus Berkualitas

0
87

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Jam’iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf al-Makassariy telah mengadakan Suluk/Pengkaderan Thariqah selama tiga hari, 16-18/09 di Makassar.

Suluk tersebut merupakan kegiatan rutin setiap periode kepengurusan Jam’iyah. Suluk Angkatan V tahun 2019 ini dibuka secara resmi oleh Mudir JATMAN NU Sulsel, Prof Dr H. Abd Kadir Ahmad MSi APU.

Ketua JATMAN NU Sulsel yang juga sebagai peneliti senior di Litbang Kemenag Makassar dalam sambutannya mengurai sejarah Islam di Nusantara bahwa masuk dan berkembangnya agama ini di berbagai wilayah diperankan oleh ulama Thareqah.

Syekh Yusuf Rahimahumullah sebagai mursyid Khalwatiyah misalnya mengembangkan Islam di Sulawesi sampai ke Banten bahkan sampai di daratan Afrika Selatan dan jazirah Arab lainnya dengan metode tasauf, menggunakan manhaj Thariqah.

Era sekarang berthariqah itu keren, orang yang berthariqah adalah keren. Pungkas Kadir Ahmad di akhir sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum Jam’iyah Khalwatiyah yang juga sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar dalam sambutannya pentingnya mengamalkan Thariqah di era milinial sekarang ini. Jamaah thareqah harus memperkuat amalannya sebagai wahana peningkatan profesi masing-masing individu dan penguatan SDM jamaah di internal Jam’iyah dalam rangka pengasahan kualitas zhahir dan batin, sinergitas kekuatan akal dan kalbu.

Saat pemaparan materi Suluk, Anwar Abubakar kembali memberi motivasi kepada peserta agar seorang murid, jamaah thariqah sejatinya istiqamah dalam ketulusan menerima ilmu dan hikmah dari mursyid, ikhlas berkhidmad kepada mursyid sebagai simbol kecintaan (mahabbah) seorang murid kepada syekhnya karena Allah semata.

Istiqamah, ikhlas dan tulusnya murid berkhidmad kepada gurunya merupakan output Suluk yang dapat dijadikan amaliah sekaligus bekal dalam mengarungi kehidupan menuju hasanah fid dunnya wahasanah fil akhirah.

Demikian ikhlasnya mursyid mentransfer ilmu dan hikmah kepada kita semua sebagai murid maka seharusnya sedemikian pulalah ikhlasnya kita disertai ketulusan menerima ilmu dan hikmah tersebut untuk diamalkan demi keberkahan hidup dan meraih ridha Allah.

Materi sekaligus tausiah Ketua Jam’iyah tersebut diapresiasi oleh Mursyid Khalwatiyah Habib Abdurrohim Assegaf Puang Makka dengan penekanan pentingnya istiqamah disertai keikhlasan dan ketulusan dalam melaksanakan amaliah Thariqah.

Satu amalan yang dilaksanakan secara istiqamah jauh lebih baik ketimbang seribu amaliah tapi tidak konsisten. Pangkas Puang Makka mengakhiri materinya tentang urgensi kemursyidan.

Materi lain di Suluk Jam’iyah Khalwatiyah yang diikuti 190 orang peserta dari jamaah internal Khalwatiyah, adalah tentang Adabus salik, adab murid terhadap guru yang dipaparkan oleh Syekh Imran Abdillah.

Sementara materi tentang amaliah Thariqiah disampaikan Katib ‘Am, Kiai Mahmud Suyuti.

Materi lain yang disajikan adalah Dinamika Kelompok yang dipandu oleh Sekjend Jam’iyah sekaligus Widyaswara Balai Diklat Keagamaan Makassar, H. Asep Saifullah dan wakil Sekjend Ustad Dr Maulana, M.Pd.

Acara Suluk ditutup secara resmi oleh mursyid Habib Puang Makka dirangkaikan dengan pengijazahan amaliah thariqah kepada peserta. (*/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here