Calon Guru Unibos Ditempa Disiplin dan Kepemimpinan Lewat Bela Negara

HARIANSULSEL.COM, Gowa – Menjadi guru tidak cukup hanya dengan menguasai materi pembelajaran. Seorang pendidik juga dituntut memiliki disiplin, ketangguhan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta karakter kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai tersebut ditempa melalui Kegiatan Bela Negara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 Universitas Bosowa, yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) di Benteng Somba Opu, Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 23.00 WITA tersebut dirancang sebagai pengalaman pembelajaran yang menempatkan calon guru dalam berbagai aktivitas yang menuntut kedisiplinan, ketahanan fisik dan mental, kemampuan bekerja sama, serta kepemimpinan. Rangkaian kegiatan menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa profesi guru tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga karakter kuat yang mampu menjadi teladan bagi peserta didik.

Kegiatan diawali dengan dinamika kelompok, pembagian koperlap, apel pembukaan, serta pembagian regu dan pelatih. Peserta kemudian mengikuti berbagai materi dan aktivitas lapangan, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), rappeling, kesiap-siagaan lapangan (keslap), pembuatan bivak, survival masak lapangan, pengecekan pasukan, hingga caraka malam ASBN. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kemampuan peserta dalam menghadapi situasi yang membutuhkan ketelitian, keberanian, kekompakan, dan pengambilan keputusan.

Materi bela negara turut diberikan oleh sejumlah narasumber dan fasilitator yang memiliki pengalaman di bidang akademik maupun kebangsaan, di antaranya Dr. Patahuddin Hakim, S.Pd., M.Pd., Ichlapio Fitrianto, S.E., M.M., serta Prada Agus Saputra dan Prada Muhammad Arfah. Kehadiran para pemateri tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan sebagai bagian dari masyarakat dan calon pendidik.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa, Dr. Hj. Andi Hamsiah, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa pembentukan karakter calon guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan profesi.

“Calon guru tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga harus memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan. Guru nantinya akan menjadi figur yang diteladani oleh peserta didik, sehingga proses pembentukan karakter harus dimulai sejak mereka dipersiapkan menjadi pendidik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ulfah Syam, S.S., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Bosowa, menjelaskan bahwa kegiatan bela negara menjadi salah satu pengalaman penting dalam membentuk kesiapan calon guru menghadapi realitas profesi.

Menurutnya, calon pendidik perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, bekerja dalam tim, mengelola tekanan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Kompetensi tersebut tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin calon guru memahami bahwa menjadi pendidik berarti siap menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus teladan bagi peserta didik. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, ketangguhan, dan kepemimpinan mereka melalui pengalaman secara langsung,” jelasnya.

Rangkaian aktivitas lapangan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji kemampuan bekerja sama dalam kondisi yang berbeda dari lingkungan pembelajaran sehari-hari. Mulai dari membangun bivak hingga aktivitas survival, setiap kelompok dituntut untuk membagi peran, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, serta menjaga kekompakan tim.

Pada sesi tertentu, peserta juga mengikuti caraka malam ASBN yang menjadi bagian dari rangkaian pembentukan ketahanan mental dan kedisiplinan. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman kepada calon guru untuk menghadapi tantangan secara terukur sekaligus membangun keberanian dan rasa tanggung jawab terhadap kelompok.

Selain menjadi ruang pembentukan karakter, kegiatan bela negara juga diarahkan untuk menanamkan kesadaran bahwa profesi pendidik memiliki tanggung jawab yang lebih luas terhadap bangsa. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, rasa tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Melalui kegiatan tersebut, PPG Universitas Bosowa berupaya memperkuat proses pembentukan calon pendidik yang memiliki keseimbangan antara kompetensi profesional dan karakter. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta ketika nantinya menjalankan tugas sebagai guru di tengah keberagaman lingkungan pendidikan.

Kegiatan Bela Negara Program PPG Calon Guru Tahun 2026 kemudian ditutup dengan penarikan koperlap setelah seluruh rangkaian aktivitas lapangan diselesaikan. Dari lapangan PBB hingga caraka malam, setiap tahapan menjadi bagian dari proses menempa calon guru agar lebih disiplin, tangguh, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta bangsa.

Melalui kegiatan ini, PPG Universitas Bosowa menegaskan bahwa mempersiapkan guru berarti mempersiapkan manusia yang akan membentuk manusia lainnya. Karena itu, kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter, kepemimpinan, ketangguhan, dan semangat bela negara sebagai fondasi untuk menghadirkan pendidik profesional yang mampu memberi pengaruh positif bagi generasi masa depan. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *