Menggagas Kurikulum Moderasi Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0

0
101

HARIANSULSEL.COM, Ternate – Indonesia merupakan negara yang multikultural, baik dari sisi sosial keagamaan maupun dari sosial budaya. Menghadapi era revolusi Industri 4.0 mestinya pendidikan Islam harus merespon dengan cara melihat peluang dan tantangan yang dihadapi oleh anak-anak bangsa ke depan.

Salah satu alasan logis yang selalu diperkuat ketika ada perubahan kurikulum, yaitu karena tuntutan zaman. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia harus berfikir bagaimana merancang sebuah kurikulum yang mampu mengembangkan potensi peserta didik sehingga dia mampu menghadapi tantangan yang ada. 

Term Moderasi dalam Islam dikenal dengan istilah washatan yang berarti moderat. era revolusi Industri 4.0 ditandai dengan majunya teknologi yg sangat canggih. Saya mengistilahkan bahwa pada era tersebut hampir seluruh peranan manusia secara fisik sudah diambil alih oleh alat-teknologi yang canggih. Tapi secara psikis (rohaniah) peranan manusia tidak akan diambil alih oleh alat teknologi yang canggih ke depan.

Misalnya, dalam pendidikan Islam peranan manusia secara psikis yaitu berperan sebagai hamba Allah. Manusia harus berislam, beriman, berbuat baik (ikhsan), ikhlas dan bertaqwa.

Jika para pakar pendidikan Islam sudah mampu menyusun kurikulum pendidikan Islam yang berbasis pemahaman, sikap dan pengamalan maka generasi bangsa Indonesia ke depan akan mengalami kejayaan.

Penulis: Dr. Agus Mustaming, M.Pd.I saat ini tercatat sebagai Dosen IAIN Ternate

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here