Pemprov Sulsel-USAID Jalin Bersinergi Guna Prioritaskan KIB

0
53

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan dari Tim United States Agency for International Development (USAID) Jalin, yang berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (26/11). Hadir dalam pertemuan tersebut Plt Kadis Kesehatan Bachtiar Baso, Dr Ati Manager USAID Jalin Sulsel.

Ella Hoxa sebagai Chief Of Party (COP) USAID Jalin mengatakan, bahwa USAID Jalin bermitra dengan Kementerian Kesehatan untuk melindungi Ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Amerika Serikat dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dalam menyelamatkan kehidupan ibu dan bayi yang baru lahir.

Menurutnya, USAID Jalin mendukung kegiatan di 120 Kabupaten prioritas pemerintah Indonesia untuk Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir (KIB) tingkat nasional dan telah hadir di 65 Kabupaten di 6 Provinsi yakni Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Hasil identifikasi USAID Jalin 25% kematian ibu hamil dan bayi pada saat perjalanan ke rumah sakit dan 75% pada saat di rumah sakit. “Sehingga, Kami berkesimpulan bahwa salah satu penyebab tingginya kmatian adalah penanganan di RS,” ungkapnya.

“Dari kesimpulan 75% kematian ibu dan anak pada saat d RUmah sakit maka tim USAID akan memperkuat metode pelayanan d RS dengan melakukan pendampingan dan mentoring,” tambahnya.

Lebih lanjut Ella Hoxa menjelaskan, jika pihak USAID telah melakukan/identifikasi 3 metode penurunan angka kematian bayi dan ibu yang telah dilakukan pemerintah yang dinilai berhasil di 3 tempat yaitu : Bone : program bola assedding (pertemuan ibu hamil dan menyusui dan tenaga kesehatan untuk membahas bersama-sama masalah kehamilan, gizi dan lainnya), 2. Bulukumba: Proram donor darah untuk ibu hamil. 3. Program ambulans laut (pangkep)

Sementara itu, Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bahwa pertemuan hari ini membahas seribu hari pertama kehidupan dan di prioritaskan di 6 Provinsi salah satunya adalah Sulsel dan Kabupatennya adalah Gowa.

Ia juga menambahkan, Mereka akan menjalankan program ini dengan mengidentifikasi angka kematian yang banyak terjadi dan saat ini akan di intervensi oleh mereka angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir di Gowa.

“Mereka sudah memiliki mitigasi solusi tentunya ada sekitar 71an dan tentu ini adalah memperbaiki angka kematian yang sudah tidak bisa lagi d tekan. Dan Alhamdulillah kami juga memiliki program yakni seribu hari kehidupan pertama dengan mengintervensi anggaran sebesar 8 Miliar,” ungkapnya.

“Kita berharap agar tim USAID Jalin dan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kabupaten/Kota bisa bersinergi,” harap Alumni Teknik Unhas itu. (*/ais/awl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here